Pemerintah Indonesia mempertimbangkan kombinasi Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan efisiensi belanja sebagai strategi kunci untuk menjaga keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Rencana ini muncul setelah kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang terjadi pada Sabtu, 11 April 2026, yang berpotensi memicu ketidakpastian harga energi global. Strategi ini disampaikan oleh berbagai sumber pada Senin, 13 April 2026.
Keputusan untuk menggunakan SAL, yang dianggap sebagai langkah kontra-siklus, dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat dengan meredam gejolak harga. Penggunaan SAL juga memiliki keunggulan karena dapat diterapkan dengan cepat tanpa perlu revisi APBN yang kompleks. Langkah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dengan menahan kenaikan harga bahan bakar.
Namun demikian, penggunaan SAL memiliki keterbatasan. Menurut laporan yang dilansir dari Kompas.com, dana dari SAL tidak dapat digunakan secara terus-menerus. Jika konflik AS-Iran berkepanjangan, SAL berpotensi terkuras habis. Efisiensi belanja, di sisi lain, dinilai lebih berkelanjutan karena dapat memperbaiki struktur fiskal dalam jangka panjang.
Pemerintah berencana memangkas pos-pos anggaran yang diprioritaskan, seperti perjalanan dinas dan proyek non-strategis. Langkah ini diharapkan juga dapat memperkuat kredibilitas fiskal dan menjaga peringkat utang Indonesia. Risiko tetap ada, karena pemangkasan belanja yang terlalu dalam dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, sebagaimana dilaporkan oleh sumber yang sama.
Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga, menyarankan pendekatan hibrida dengan mengkombinasikan SAL dan efisiensi belanja. Pendekatan ini dinilai paling realistis dalam menjaga defisit dan stabilitas ekonomi. Kebijakan subsidi juga perlu disesuaikan dengan target penyaluran yang lebih tepat sasaran di tengah tingginya harga minyak.
“SAL hanyalah ‘napas tambahan’ agar pemerintah tidak pingsan saat berlari menanjak, tapi efisiensi belanja adalah cara pemerintah memperkuat ‘jantung’ fiskalnya agar bisa lari lebih jauh,” ujar Rahma Gafmi. Efisiensi belanja bersama dengan reformasi subsidi dianggap sebagai kunci keberlanjutan jangka panjang, sementara SAL berfungsi sebagai penyangga sementara.
Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang gagal di Islamabad, Pakistan, membahas program nuklir Iran dan akses ke Selat Hormuz. Laporan South China Morning Post menyebutkan bahwa Presiden AS menghadapi pilihan sulit terkait potensi eskalasi militer, yang berisiko memicu penolakan domestik. Tanpa langkah lanjutan, kebuntuan dengan Iran akan berlanjut, yang berpotensi memengaruhi pasokan minyak global dan menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia dalam menyusun APBN 2026.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·