Operasional bus shalawat dihentikan sementara bagi seluruh jemaah haji di Tanah Suci menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji. Kebijakan penghentian angkutan khusus ini mengikuti instruksi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Jemaah haji diharapkan memperhatikan jadwal penutupan dan pengaktifan kembali layanan ini agar aktivitas ibadah berjalan lancar. Seperti dilansir dari Detikcom, bus shalawat berfungsi menghubungkan jemaah Indonesia menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal utama, yaitu Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka'bah, dan Syib Amir.
Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani 21 rute perjalanan yang terbagi berdasarkan nomor dan kode warna. Transportasi non-stop ini telah beroperasi sejak kedatangan gelombang pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengumumkan bahwa penutupan layanan armada dilakukan menjelang masa wukuf di Arafah. Operasional bus shalawat berhenti total mulai 22 Mei 2026 atau 05 Dzulhijjah 1447 H pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Setelah periode puncak haji selesai, transportasi massal ini akan diaktifkan kembali untuk memfasilitasi pergerakan jemaah. Layanan bus shalawat dijadwalkan beroperasi normal pascawukuf, tepatnya pada 31 Mei 2026 atau 14 Dzulhijjah 1447 H pukul 01.00 WAS.
Fasilitas Khusus Umrah Wajib
Penyelenggara menerapkan pengecualian khusus di tengah masa penghentian sementara armada reguler ini. Kebijakan pengecualian angkutan diberikan bagi jemaah haji yang belum menunaikan ibadah umrah wajib.
Kelompok jemaah tersebut tetap mendapatkan akomodasi transportasi khusus dari pihak penyelenggara. Fasilitas ini mengantar jemaah dari lokasi pemondokan menuju Masjidil Haram dan mengantar mereka kembali ke tempat menginap.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·