Guangzhou (ANTARA) - Kegiatan kunjungan bidang pendidikan dan kesehatan ke China, yang diselenggarakan bersama oleh Konsulat Jenderal China di Surabaya dan Muhammadiyah Indonesia, berhasil dilaksanakan di Provinsi Guangdong, China selatan, pada 13 hingga 19 April.
Delegasi yang terdiri atas 29 anggota, termasuk Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, pimpinan sejumlah universitas Muhammadiyah, kepala sekolah menengah atas, serta direktur rumah sakit, mengunjungi Guangzhou dan Shenzhen untuk melakukan pertukaran.
Dalam kegiatan tersebut, delegasi mengunjungi Universitas Guangzhou, Pusat Medis Perempuan dan Anak yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran Guangzhou, Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Jinan, serta kantor pusat Mindray di Shenzhen. Mereka merasakan secara langsung pencapaian teknologi mutakhir dan semangat inovasi China di bidang pendidikan dan kesehatan, sekaligus membangun jembatan kerja sama di bidang terkait antara Indonesia dan China.
Sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Muslim di Indonesia, Muhammadiyah memiliki lebih dari 60 juta anggota dengan pengaruh luas yang menjangkau seluruh Indonesia hingga dunia Islam. Perkembangan pesat kota-kota di China serta luasnya penerapan teknologi meninggalkan kesan mendalam bagi para anggota delegasi.
Integrasi mendalam antara kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan lingkungan kampus sangat mengesankan bagi Wakil Ketua PWM Jawa Timur Tamhid Masyhudi. Di ruang kelas Universitas Guangzhou, sistem pengajaran AI secara akurat menyesuaikan ritme belajar mahasiswa, memberikan umpan balik pembelajaran secara waktu nyata (real-time), serta membantu dosen menjalankan pengajaran yang dipersonalisasi. Pemandangan pembelajaran cerdas yang hidup itu membuat Tamhid berkali-kali mengangkat ponselnya untuk merekam.
"Tak disangka di China, kecerdasan buatan telah merambah ke berbagai aspek kampus. Kemudahan dan efisiensi seperti ini sungguh mengagumkan," ujar Tamhid.
Delegasi Muhammadiyah juga melakukan pembahasan mendalam dengan Universitas Guangzhou mengenai nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama dan mencapai konsensus awal untuk memperdalam kerja sama kedua pihak.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Mundakir mengatakan pengalaman inovasi China di bidang pendidikan layak dijadikan referensi. Dia berharap kedua pihak dapat memperkuat kerja sama, seperti pertukaran mahasiswa serta kunjungan dosen pembimbing dan tenaga pengajar di masa mendatang, sehingga gagasan dan pengalaman praktik mutakhir dari China dapat dibawa ke Indonesia untuk mendukung perkembangan pendidikan nasional.
Di instalasi gawat darurat kampus Zhujiang New Town milik Pusat Medis Perempuan dan Anak yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran Guangzhou, delegasi mempelajari secara rinci pola operasional agen cerdas influenza, agen klasifikasi data, sistem penjadwalan transfer pasien kritis, serta sistem pendukung keputusan klinis CDSS, sehingga dapat melihat secara langsung seluruh proses layanan darurat rumah sakit yang efisien dan cerdas.
Di pusat medis internasional di dalam kompleks tersebut, delegasi juga meninjau fasilitas layanan medis internasional serta lingkungan diagnosis dan perawatan guna memahami pengoperasian sistem layanan kesehatan rumah sakit yang terstandardisasi dan berorientasi internasional.
Di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Jinan, demonstrasi teknologi robot rehabilitasi fungsi gerak yang dipadukan dengan antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) membuka wawasan baru bagi anggota delegasi di bidang rehabilitasi medis.
Melalui teknologi pelatihan berbantuan robot yang dikendalikan otak, pasien lumpuh dapat secara bertahap memulihkan fungsi motorik dasar, seperti menggenggam tangan dan berjalan kaki, sehingga kembali percaya diri untuk hidup mandiri.
Saat mengamati para pasien yang menjalani latihan rehabilitasi menggunakan perangkat tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Hidayatulloh berulang kali mengangguk kagum.
"Indonesia saat ini belum memiliki teknologi maju seperti ini. Saya sangat berharap melalui kerja sama kedua pihak, teknologi ini dapat dibawa ke Indonesia untuk memberikan manfaat bagi pasien setempat," katanya.
Saat mengunjungi kantor pusat Mindray di Shenzhen, serangkaian perangkat medis kelas atas hasil pengembangan mandiri menarik perhatian delegasi.
Mulai dari monitor berpresisi tinggi, sistem diagnosis ultrasonografi portabel, hingga solusi telemedis menyeluruh, semuanya menunjukkan kekuatan manufaktur perangkat medis China.
Direktur PT Surya Medika Timur Rudi Utomo berhenti di depan sebuah monitor pintar dan menanyakan secara cermat mengenai parameter performa perangkat tersebut dan kesesuaiannya untuk fasilitas kesehatan tingkat dasar.
Dia berharap dapat memperkenalkan peralatan canggih di masa mendatang untuk meningkatkan mutu klinis lembaga pendidikan kedokteran di Indonesia dan membantu peningkatan kapasitas layanan kesehatan nasional.
Mengenang perjalanan ke China tersebut, Tamhid mengaku sangat terkesan.
"Baik perpaduan antara budaya dan inovasi di Guangzhou maupun perpaduan teknologi dan kecepatan di Shenzhen, kami benar-benar merasakan perkembangan pesat kota-kota di China. Pencapaian besar China dalam pembangunan kota dan inovasi teknologi sungguh mengagumkan," sebutnya.
Mulai dari kelas yang didukung AI, teknologi BCI di bidang medis, perangkat pintar untuk rehabilitasi, hingga produk pencitraan medis kelas atas, inovasi teknologi China meninggalkan kesan yang mendalam bagi delegasi Muhammadiyah Indonesia.
Kunjungan ini tidak hanya memungkinkan delegasi merasakan dari dekat denyut perkembangan teknologi China dan vitalitas pembangunan negara tersebut, tetapi juga membangun jembatan komunikasi antara Indonesia dan China di bidang pendidikan dan kesehatan, menanam benih bagi kerja sama praktis kedua pihak pada masa depan, serta mendorong hubungan antarmasyarakat dan kerja sama saling menguntungkan antara kedua negara.
Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·