Sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan milik negara (BUMN) di China memberikan peringatan kepada para pegawai agar tidak memasang aplikasi kecerdasan buatan OpenClaw di perangkat kerja demi menjaga keamanan data nasional. Kebijakan ini diambil lantaran regulator pusat di Beijing mengkhawatirkan potensi kebocoran informasi serta penyalahgunaan akses sistem oleh pihak luar.
Dilansir dari Tekno, OpenClaw merupakan agen kecerdasan buatan (AI) bersifat terbuka atau open-source yang mampu menjalankan tugas digital secara mandiri pada komputer maupun server pengguna. Teknologi ini awalnya dirilis melalui GitHub pada November 2025 dengan nama Clawdbot sebelum resmi berganti nama menjadi OpenClaw pada 30 Januari 2026.
Pembatasan penggunaan teknologi ini mencakup larangan instalasi pada komputer kantor maupun ponsel pribadi yang terhubung dengan jaringan instansi bagi pegawai di bank milik negara dan lembaga pemerintah. Bahkan, dalam beberapa kasus khusus, pembatasan akses ini juga turut diberlakukan bagi anggota keluarga dari personel militer.
Regulator China menyoroti kemampuan OpenClaw yang dapat dikendalikan melalui platform pesan singkat seperti Telegram atau WhatsApp untuk mengoperasikan terminal dan mengelola sistem komputer secara otomatis selama 24 jam. Akses luas yang dibutuhkan perangkat lunak ini terhadap data pengguna dan koneksi internet dinilai meningkatkan risiko penghapusan data secara tidak sengaja.
Laporan dari The Business Times dan Reuters menyebutkan bahwa kekhawatiran utama Beijing berfokus pada kerentanan sistem saat AI berinteraksi dengan konten yang tidak terpercaya. Meski pemerintah pusat memperketat pengawasan, program nasional "AI Plus" sebelumnya sempat mendorong antusiasme pemerintah daerah seperti di Shenzhen untuk memberikan subsidi jutaan yuan bagi pengembangan aplikasi berbasis AI tersebut.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China serta Komisi Pengawas dan Administrasi Aset Negara belum memberikan pernyataan resmi terkait instruksi penghapusan aplikasi ini. Saat ini, beberapa wilayah seperti distrik Futian di Shenzhen dilaporkan masih melakukan uji coba penggunaan OpenClaw untuk membantu efisiensi pekerjaan administratif pegawai pemerintah.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·