Seoul (ANTARA) - Kantor Kepresidenan Korea Selatan, Selasa, menggelar rapat untuk membahas ledakan di kapal kargo berbendera Panama yang dioperasikan HMM Co. di Selat Hormuz.
Kepala Staf Kepresidenan Korsel, Kang Hoon-sik, dan pejabat senior lain mengikuti rapat tersebut, kata Juru Bicara Kepresidenan Kang Yu-jung. Namun, belum ada rincian mengenai apa yang dibahas dalam rapat itu.
Ledakan di kapal itu terjadi sekitar pukul 20.40 pada Senin (4/5) waktu Korea, saat HMM Namu berlabuh di perairan lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA), menurut pernyataan HMM, Selasa.
Api bermula di ruang mesin dan awak kapal berupaya memadamkannya dengan menggunakan karbon dioksida selama sekitar empat jam. Tidak ada korban luka yang dilaporkan, kata perusahaan transportasi dan pengiriman kontainer Korea Selatan itu.
Baca juga: Menkeu AS Bessent isyaratkan Trump akan "tekan" Xi soal Iran
HMM menyatakan rekaman kamera keamanan di kapal tersebut menunjukkan api telah dipadamkan dan akan memeriksa ruang mesin untuk menilai kerusakan yang terjadi.
Kapal kargo tersebut membawa 24 awak kapal, yang terdiri atas enam warga Korea Selatan dan 18 warga negara asing. HMM sedang menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran, serta tingkat kerusakan di kapal tersebut.
"Masih belum jelas apakah insiden itu disebabkan oleh serangan eksternal atau kerusakan internal," kata seorang pejabat HMM.
HMM berencana menarik kapal kargo tersebut ke Dubai, yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari. Pemerintah Korea Selatan pun mengatakan pihak berwenang sedang berupaya menentukan penyebab ledakan dan kebakaran tersebut.
Baca juga: Jerman kerahkan kapal penyapu ranjau Fulda ke Laut Mediterania
Para pejabat industri mengatakan kapal-kapal yang dioperasikan Korea Selatan di perairan lepas pantai UEA bergerak menuju Qatar sesuai langkah pemerintah untuk menghindari Selat Hormuz demi keselamatan.
Sementara itu, Senin (4/5), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran telah menembaki kapal kargo milik Korea Selatan dan target lainnya. Trump pun menyerukan agar Seoul ikut berpartisipasi dalam misi penting Amerika untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Insiden ledakan dan kebakaran kapal kargo HMM itu terjadi setelah Amerika meluncurkan operasi yang disebut Project Freedom untuk memandu kapal-kapal komersial yang terdampar akibat perang AS-Israel dan melawan Iran agar keluar dari jalur air tersebut.
HMM mengoperasikan lima kapal di Selat Hormuz, termasuk satu kapal kontainer dan dua kapal tanker minyak.
Sumber: Yonhap
Baca juga: AS serang dua kapal sipil menuju Iran, tewaskan lima orang
Baca juga: Iran tegaskan tak ada solusi militer untuk krisis politik
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·