Pemerintah Lakukan Pra&Uji Coba Sistem Tol Nirsentuh MLFF

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengonfirmasi bahwa implementasi sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) saat ini baru mencapai tahap pra-uji coba pada Jumat (17/4/2026). Fase ini difokuskan pada pengujian fungsional sistem sebelum diterapkan secara luas di jaringan jalan tol nasional.

Kepala BPJT Kementerian PU, Wilan Oktavian, memberikan penegasan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan bagian dari transformasi layanan jalan tol yang dilakukan secara bertahap. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, langkah hati-hati diambil guna memitigasi risiko kegagalan sistem saat operasional di lapangan.

"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan," ujar Wilan, Kepala BPJT Kementerian PU.

Pengembangan proyek ini tercatat telah dibahas sejak tahun 2021 dengan beberapa kali penundaan jadwal implementasi dari rencana awal. Meskipun uji coba perdana telah dilakukan di Tol Bali Mandara pada akhir Desember 2023, pemerintah masih memerlukan waktu tambahan untuk mematangkan sistem tersebut.

Wilan menjelaskan bahwa tahapan pra-uji coba yang sedang berlangsung saat ini mencakup pelaksanaan functional test sebagai syarat mutlak sebelum masuk ke fase evaluasi menyeluruh.

"Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh," jelas Wilan, Kepala BPJT Kementerian PU.

Selain kendala teknis, pemerintah mengidentifikasi kesiapan perilaku pengguna jalan sebagai faktor krusial dalam keberhasilan MLFF. Tantangan yang dihadapi meliputi tingkat literasi digital masyarakat, aksesibilitas teknologi smartphone, serta kepatuhan pengguna terhadap aturan sistem baru tersebut.

"Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik," tambah Wilan, Kepala BPJT Kementerian PU.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kesiapan ekosistem pendukung dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Usaha Pelaksana MLFF. Fokus utama saat ini mencakup penyelarasan regulasi, integrasi sistem antarwilayah, keamanan data pengguna, serta dukungan operasional yang berkelanjutan.

Sinergi antara teknologi, pengguna, dan ekosistem menjadi kunci utama bagi pemerintah untuk memastikan MLFF dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas serta efisiensi perjalanan di masa depan.