Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi secara signifikan pada Sabtu (18/4). Kebijakan ini diambil guna merespons dinamika harga minyak mentah di pasar global serta fluktuasi nilai tukar mata uang.
Perubahan harga ini berdampak langsung pada sejumlah produk bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum. Dilansir dari Detik Oto, kenaikan harga tersebut berkisar antara Rp 6.300 hingga Rp 9.400 per liter untuk jenis bahan bakar tertentu di seluruh Indonesia.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memberikan penjelasan mengenai landasan di balik keputusan kenaikan harga yang diberlakukan pemerintah tersebut.
"Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global," ujar Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM.
Penegasan mengenai posisi Indonesia dibandingkan negara tetangga juga disampaikan untuk memberikan gambaran situasi regional saat ini. Anggia mengklaim transperansi dan daya saing harga menjadi fokus utama dalam kebijakan terbaru ini.
"Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu Pertalite dan Solar Subsidi, tidak naik," ungkap Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM.
Stabilitas harga untuk kelompok bahan bakar bersubsidi direncanakan akan terjaga hingga pengujung tahun. Upaya ini dilakukan untuk memitigasi dampak ekonomi langsung terhadap daya beli masyarakat luas.
"Namun demikian sekali lagi, kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan dari masyarakat. InsyaAllah kita bisa survive," kata Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM.
Berdasarkan data dari laman resmi MyPertamina, harga Pertamax Turbo kini menyentuh angka Rp 19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp 23.600 per liter dan Pertamina Dex dipatok seharga Rp 23.900 per liter.
| Pertamax Turbo | 13.100 | 19.400 |
| Dexlite | 14.200 | 23.600 |
| Pertamina Dex | 14.500 | 23.900 |
| Pertalite | 10.000 | 10.000 |
| Solar Subsidi | 6.800 | 6.800 |
| Pertamax | 12.300 | 12.300 |
| Pertamax Green | 12.900 | 12.900 |
Meskipun terjadi lonjakan pada tiga produk utama tersebut, PT Pertamina (Persero) tidak mengubah harga untuk jenis Pertamax dan Pertamax Green. Harga jual kedua jenis bahan bakar nonsubsidi tersebut tetap berada di angka Rp 12.300 dan Rp 12.900 per liter.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·