Pemerintah Indonesia mengumumkan perubahan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Perubahan ini meliputi peralihan kelembagaan dan penyesuaian skema kuota jemaah, dengan tujuan utama meningkatkan keadilan dan kualitas pelayanan. Perubahan dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 21 April 2026.
Total kuota haji Indonesia pada tahun tersebut mencapai 221.000 jemaah. Dari jumlah tersebut, 203.320 jemaah merupakan jemaah reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah khusus (8 persen). Pembagian kuota akan menggunakan formula baru yang berbasis proporsi daftar tunggu di masing-masing daerah, seperti dilaporkan Cahaya.
Jadwal penting telah ditetapkan untuk pelaksanaan haji 2026. Jemaah akan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026, dengan keberangkatan gelombang pertama ke Madinah pada 22 April hingga 6 Mei 2026. Gelombang kedua akan berangkat ke Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026, dan puncak ibadah wukuf di Arafah jatuh pada 26 Mei 2026. Idul Adha 1447 H diperingati pada 27 Mei 2026, dengan pemulangan jemaah mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Transportasi udara untuk jemaah akan dilayani oleh Garuda Indonesia dari 11 embarkasi, dan Saudia dari 6 embarkasi. Untuk akomodasi di Makkah, jemaah Indonesia akan menempati Novotel Thakher Makkah yang berjarak sekitar 2,5 km dari Masjidil Haram. Hotel ini juga merupakan bagian dari proyek Kampung Haji Indonesia yang akan menampung hingga 24.000 jemaah.
Jemaah kini dapat memantau estimasi keberangkatan mereka secara mandiri melalui aplikasi Satu Haji dan Pusaka Kemenag. Kedua aplikasi ini menyediakan fitur pengecekan nomor porsi dan status keberangkatan secara real-time. Pemerintah juga memperketat syarat kesehatan (istithaah) bagi jemaah, seperti dilansir Cahaya.
Terdapat setidaknya 11 kondisi medis yang tidak memenuhi syarat untuk keberangkatan, termasuk penyakit jantung koroner, gagal ginjal, diabetes tidak terkontrol, dan kanker stadium lanjut. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di tengah cuaca ekstrem dan kepadatan tinggi di Arab Saudi.
Perubahan signifikan pada penyelenggaraan haji 2026 menandai era baru layanan ibadah haji Indonesia. Perubahan ini berfokus pada modernisasi, transparansi, dan berorientasi pada keselamatan jemaah, sebagaimana dilaporkan oleh Cahaya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·