Caracas (ANTARA) - Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, dan Presiden Kolombia Gustavo Petro, pada Jumat membahas kerja sama di berbagai bidang seperti energi, keamanan, pariwisata, dan perdagangan.
Berbicara setelah pertemuan pertama mereka, Rodriguez mengatakan kedua pihak menggelar pembahasan yang "serius dan konkret" mengenai upaya memerangi kelompok kriminal dan kejahatan transnasional, termasuk rencana untuk memperkuat pertukaran intelijen.
Dia mengatakan kedua negara juga menjajaki kerja sama energi yang lebih erat, khususnya proyek interkoneksi listrik dan gas, serta upaya untuk menggenjot pariwisata dan memperluas perdagangan bilateral.
Agenda tersebut juga mencakup isu-isu perbatasan, migrasi, dan kerja sama ekonomi yang lebih luas.
Rodriguez mengatakan bahwa perdagangan bilateral mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.308) pada 2025 dan kedua pihak bertujuan untuk terus mengembangkan hubungan ekonomi.
Petro, yang tiba di ibu kota Venezuela pada Jumat, menyoroti pentingnya integrasi regional.
Dia mengatakan kerja sama yang lebih kuat dapat menguntungkan kedua negara sambil tetap menghormati otonomi mereka. Kunjungan Petro menandai lawatan resmi pertama seorang kepala negara ke Venezuela sejak Rodriguez menjabat sebagai penjabat presiden.
Pada 3 Januari lalu, militer Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi skala besar terhadap Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya sebelum membawa mereka ke New York. Rodriguez kemudian mengemban jabatan sebagai penjabat presiden.
Dalam kunjungan tersebut, kedua negara juga menandatangani akta akhir pertemuan ketiga Komisi Bertetangga dan Integrasi Kolombia-Venezuela, yang bertujuan untuk memajukan inisiatif kerja sama.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·