Pemkab Bandung Wacanakan Pembangunan Asrama Haji Lokal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Kabupaten Bandung merencanakan pembangunan asrama haji secara mandiri untuk mempermudah proses pemberangkatan jemaah dari wilayah tersebut, Sabtu (9/5/2026). Rencana ini bertujuan agar jemaah tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke asrama transit Indramayu sebelum terbang melalui Bandara Kertajati.

Dilansir dari Cahaya, Bupati Bandung Dadang Supriatna telah melakukan koordinasi intensif dengan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. Komunikasi tersebut membahas peluang pemberian hibah atau bantuan dari pemerintah pusat guna mewujudkan fasilitas asrama haji bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

"Tadi saya sudah komunikasi melalui grup WhatsApp dengan Kang Haji Cucun, beliau menyampaikan bahwa kalau seandainya ada lahan, maka akan ada asrama haji (dari pemerintah pusat)," kata Dadang Supriatna, Bupati Bandung.

Pemerintah daerah kini fokus mencari lahan yang tepat agar proyek tersebut bisa segera dilaksanakan. Pembangunan asrama haji di tingkat lokal diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi waktu serta kenyamanan bagi para jemaah haji asal Kabupaten Bandung.

"Insya Allah kita akan berupaya supaya ke depannya Kabupaten Bandung mempunyai asrama haji sendiri. Jadi, nanti dalam pelepasan tidak harus ke Indramayu dulu, tapi cukup di Kabupaten Bandung dan bisa langsung menuju bandara," ucap Dadang Supriatna.

Selain rencana infrastruktur, Bupati juga menyoroti penurunan jumlah kuota jemaah haji tahun ini. Berdasarkan data pemerintah, jumlah jemaah berkurang drastis dari 2.500 orang pada tahun lalu menjadi hanya 547 orang untuk musim haji kali ini.

"Harapan kami ke depan kuota ini bukan menurun, bahkan harus meningkat. Semoga bisa mempercepat para calon jemaah haji yang waiting list. Kami juga tetap mengusulkan kepada kementerian terkait untuk adanya penambahan kuota ke depannya," tutur Dadang Supriatna.

Terkait profil jemaah yang berangkat, Dadang menjelaskan bahwa kelompok perempuan dan lanjut usia (lansia) mendominasi keberangkatan tahun ini. Tercatat jemaah tertua berumur 94 tahun, sedangkan jemaah termuda tercatat berusia 14 tahun.

"Ada sekitar 80 orang jemaah lansia di atas 60 tahun. Sesuai tema haji tahun ini yang ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, memang jumlah jemaah perempuan terpantau lebih banyak dibandingkan laki-laki," jelas Dadang Supriatna.

Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan pendampingan maksimal melalui penugasan tim medis dan pemandu daerah. Petugas diwajibkan mengikuti prosedur standar operasi untuk mengawal keselamatan jemaah, terutama saat pelaksanaan ibadah di Arafah.

"Kami dari pemerintah daerah akan terus berkomunikasi setiap saat, memantau kondisi di Mekkah dan Arafah hingga kepulangan nanti. Jika terjadi sesuatu, jemaah silakan berkoordinasi dengan petugas dan dokter yang sudah kami tugaskan," pungkas Dadang Supriatna.