Pemkab Luwu fokus kembangkan beragam klon unggul kakao

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan tengah fokus mengembangkan beragam varian klon unggul kakao sebagai upaya meningkatkan produksi dan perekonomian masyarakat.

Patahudding dalam keterangannya di Makassar, Minggu, mengatakan beberapa klon unggul kakao yang telah dikembangkan di Kabupaten Luwu, di antaranya klon ICCRI, Buntu Batu (BB), 45, dan Sulawesi 2 (S2) yang telah bersertifikasi.

Dia juga mengajak daerah lain yang membutuhkan bibit kakao unggul untuk menjadikan Kabupaten Luwu sebagai sumber benih, mengingat kualitas dan legalitasnya telah terjamin.

Baca juga: Investor Swiss siap kelola klon kakao Sulawesi I, II di Sulbar

Dalam memastikan pengembangan klan unggul kakao, Bupati Luwu meninjau perkebunan kakao milik warga yang telah tersertifikasi sebagai sumber benih biji dan entres di Desa Padang Kamburi, Kecamatan Bupon.

Peninjauan dilakukan di kebun milik warga, H. Malle dan H. Rahman, yang telah memiliki sertifikasi sumber benih dari Puslitkoka. Sertifikasi ini menjadi jaminan kualitas bibit kakao yang dihasilkan untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah.

Lebih jauh, dia menyampaikan bantuan bibit kakao dari pemerintah pusat sebanyak 8 juta pohon yang diperuntukkan bagi Kabupaten Luwu bersumber dari kebun-kebun yang telah tersertifikasi tersebut.

Baca juga: Kemendag: Surplus pasokan sebabkan harga biji kakao turun

“Alhamdulillah dengan adanya program dari Bapak Presiden RI melalui Kementerian Pertanian, kita mendapatkan bantuan 8 juta bibit kakao untuk Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding.

Ia berharap seluruh penyuluh dan pemangku kepentingan dapat terlibat aktif dalam mendampingi masyarakat agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani.

Baca juga: Kemenperin yakin penundaan EUDR dan ART pacu ekspor kakao RI

Baca juga: Kakao, dari biji ke martabat

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.