Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memastikan hewan kurban yang tersebar di daerah ke Kepulauan Seribu untuk kebutuhan Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan sesuai syariat Islam.
“Kami melakukan pemeriksaan hewan di Muara Angke yang diberangkatkan ke Kepulauan Seribu, keadaannya sehat dan sesuai syariat Islam,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu Nurliati di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan seluruh hewan ternak yang dikirim itu sudah diperiksa kesehatannya dan semuanya dinyatakan sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan guna memastikan hewan kurban itu tiba dengan kondisi sehat dan layak, pihaknya telah menyebar puluhan petugas untuk memeriksa hewan kurban setibanya di masing-masing pulau hingga hari pemotongan hewan kurban.
Pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lokasi saat penyembelihan.
“Kami melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia untuk memastikan agar hewan kurban yang dikirim ke pulau semua dalam keadaan sehat," ujar Nurliati.
Baca juga: PT JOE salurkan hewan kurban untuk warga Kepulauan Seribu
Sebelumnya, Pemkab Kepulauan Seribu menyalurkan 46 ekor hewan ternak yang terdiri dari sapi, kambing dan domba ke sejumlah pulau berpenduduk di daerah setempat jelang Idul Adha 1447 Hijriah.
"Proses pendistribusian hewan kurban tersebut dilakukan dengan menggunakan kapal tradisional KM Pesona Alam dan KM Bima dari Pelabuhan Muara Angke,” kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan, Senin (25/5).
Dia menuturkan karena wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu yang secara geografis merupakan lautan, maka persiapan pengiriman hewan kurban itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Dari daratan, sambung dia, hewan kurban dibawa dengan menggunakan kapal ke pulau berpenduduk sesuai tujuannya masing-masing.
“Hewan kurban yang kita kirim menggunakan kapal, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, utamanya pemeriksaan kesehatan mulut dan kuku,” ungkap Fadjar.
Baca juga: Pemprov DKI sebut antraks jadi ancaman utama hewan kurban
Baca juga: Pemprov DKI perketat pengawasan hewan kurban antisipasi PMK dan LSD
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·