Pemkot Jakbar-Tangerang perkuat sinergi infrastruktur dan transportasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) dan Pemkot Tangerang memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur dan transportasi lintas wilayah untuk mendukung konektivitas serta ketahanan ekonomi kawasan.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah mengatakan pembangunan jalan memiliki peran strategis dalam membuka akses antarwilayah dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Membangun jalan sama saja dengan membangun peradaban. Jalan membuka konektivitas antarwilayah sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih optimal," kata Iin dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Transformasi Infrastruktur dalam Menunjang Akselerasi Perekonomian" di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, keberlanjutan infrastruktur tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pengguna jalan.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan wilayah penyangga, khususnya Kota Tangerang, mengingat tingginya mobilitas masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) setiap hari.

"Permasalahan wilayah tidak bisa diselesaikan sendiri. Perlu kolaborasi agar tidak terjadi friksi dalam pelaksanaan pembangunan," ujar Iin.

Dia menuturkan komunikasi lintas wilayah telah dilakukan dalam rencana pengembangan kawasan perbatasan, seperti Kembangan dan Joglo sehingga kebijakan pembangunan dapat berjalan selaras.

Baca juga: Cegah banjir Puri Kembangan, Pemkot Jakbar bangun saluran 1.050 meter

Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya inovasi pembiayaan melalui skema creative financing agar pembangunan tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Anggaran tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Perlu alternatif pembiayaan agar pembangunan tetap berjalan," ucap Iin.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat Taufik Hendayana menjelaskan koordinasi lintas wilayah sebenarnya telah lama dilakukan, namun belum sepenuhnya terikat dalam kerangka formal.

"Koordinasi antarwilayah sudah sering dilakukan, tapi memang secara formal belum maksimal. Ke depan, ini yang akan kita dorong," tutur Taufik.

Dia menilai pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Barat bersinggungan langsung dengan wilayah Kota Tangerang, salah satunya di kawasan Jalan Basoka.

Dia pun menekankan perlunya nota kesepahaman (MoU) antarwilayah untuk mendukung integrasi tata kota, penyediaan ruang terbuka hijau serta pengembangan pembiayaan kreatif.

"Walaupun asetnya berada di Bina Marga, pemanfaatannya bisa disiapkan untuk ruang hijau berkelanjutan maupun mendukung sektor perekonomian," imbuh Taufik.

Di sisi lain, Taufik mengungkapkan proyek pengendalian banjir di kawasan Jalan Salak II yang tengah berlangsung membutuhkan dukungan infrastruktur tambahan, mulai dari relokasi rambu peringatan dini hingga pembangunan saluran teknis.

"Infrastruktur ini saling beririsan, maka MoU menjadi penting agar tidak terjadi hambatan di lapangan," ungkap Taufik

Baca juga: BPN Jakbar luncurkan "Cantik", layanan konsultasi keliling gratis

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Maulana A Damanik mengatakan konektivitas antarwilayah saat ini telah didukung oleh sistem transportasi yang semakin terintegrasi.

"Harapannya, tentu masyarakat bisa berpindah menggunakan angkutan massal yang aman dan nyaman, serta terhubung dengan Transjakarta, KRL, hingga kereta bandara," kata Damanik.

Dalam forum tersebut, pegiat media sosial Budi Siwono mengusulkan pembentukan badan koordinasi pembangunan infrastruktur lintas kawasan yang lebih terintegrasi.

Tingginya mobilitas masyarakat Jabodetabek, menurut dia, memerlukan sistem koordinasi yang lebih kuat agar pembangunan berjalan efektif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

"FGD ini jangan berhenti di sini. Selain masyarakat dan pemangku wilayah, penyatuan pemahaman antarperangkat daerah juga sangat penting," pungkas Budi.

Lebih lanjut, Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansyah memandang infrastruktur jalan merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi perkotaan.

"Infrastruktur jalan bukan sekadar fasilitas, tetapi instrumen strategis dalam mendorong akselerasi ekonomi," tutur Rian.

Dia pun menilai kualitas jalan berpengaruh langsung terhadap efisiensi distribusi barang, mobilitas tenaga kerja, serta daya saing kota.

"Maka dari itu, saya ingin FGD ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah dan ketahanan ekonomi Jakarta Barat melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan," ungkap Rian.

Baca juga: Setelah Lebaran, hampir 500 orang pendatang baru di Jakarta Barat

Baca juga: Puluhan pelanggar Perda jalani sidang di Jakbar

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.