Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memberikan santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
"Agar kegiatan ini memiliki makna bagi seluruh pemangku kepentingan, kami menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi membantu mereka (buruh)," kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat.
Dia mengatakan konsep sederhana itu dipilih untuk mengedepankan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak pekerja yang membutuhkan perhatian lebih, baik secara sosial maupun ekonomi.
Pada peringatan May Day tahun ini, pihaknya juga menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang tengah berkembang. Hasil pembahasan itu selanjutnya dibawa ke tingkat provinsi sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.
"Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah. Berbagai masukan dari lapangan akan kami sampaikan ke tingkat yang lebih tinggi agar dapat menjadi bahan kebijakan," ujar Ali.
Dia pun mengajak para pekerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memanfaatkan berbagai program pelatihan yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di antaranya pelatihan keterampilan dan kursus teknis.
Menurut dia, terdapat berbagai pelatihan kejuruan yang digelar oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) dan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan, serta unit terkait lainnya.
"Berbagai fasilitas peningkatan kapasitas SDM telah tersedia. Kami berharap para pekerja dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kompetensi," tutur Ali.
Baca juga: Dinkes DKI buka layanan kesehatan saat May Day di Monas
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Selatan Syamwil mengatakan peringatan May Day 2026 mengusung tema "Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama" dengan tagline "Kemajuan Bersama Mewujudkan Industri dan Kesejahteraan Pekerja".
Tema tersebut menegaskan kesejahteraan pekerja dan kemajuan industri merupakan satu kesatuan yang harus dicapai secara bersama-sama.
"Kesederhanaan kegiatan ini mencerminkan nilai untuk tetap bersyukur, bekerja dengan jujur, serta mengutamakan kebersamaan dalam menghadapi situasi yang tidak menentu," ungkap Syamwil.
Untuk itu, dia meminta agar seluruh pihak, baik pekerja, pengusaha, maupun pemerintah, agar terus memperkuat kolaborasi, membangun komunikasi yang terbuka, serta memahami peran dan tanggung jawab masing-masing.
Kepada para pekerja, dia berpesan agar terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Sedangkan untuk pengusaha, dia mengingatkan agar terus berinovasi sekaligus memperhatikan kesejahteraan pekerja.
"Sementara itu, para pemangku kebijakan diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang adil, adaptif, dan seimbang antara pertumbuhan industri dan perlindungan tenaga kerja," ucap Syamwil.
Kegiatan pemberian santunan tersebut diikuti oleh sekitar 200 buruh serta 130 anak dari kalangan pekerja yang sudah berstatus yatim atau piatu.
Baca juga: Cerita buruh naik bus 9 jam demi ikut acara May Day di Monas
Baca juga: Buruh wanita asal Cirebon suarakan aspirasi dalam May Day di Monas
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·