Pemkot sosialisasi penutupan perlintasan rel kereta Manggarai--Cawang

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Kecamatan Tebet melakukan pemasangan spanduk dan sosialisasi rencana penutupan pada perlintasan kereta api liar antara Stasiun Manggarai--Tebet--Cawang.

Wakil Camat Tebet, Bayu Fadayen Gantha, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menjelaskan sebelum melakukan penutupan perlintasan, pihaknya melakukan survei lokasi di sejumlah titik perlintasan liar atau yang tidak dijaga di wilayah tersebut.

"Tadi kalau kita survei ada 11 titik, prioritas kita sekarang masih untuk pengguna jalan, tapi nanti akan kami rapatkan kembali untuk berapa titik yang nanti akan ditutup," katanya.

Bayu menyebutkan pihaknya juga terus melakukan rapat koordinasi untuk melihat titik (perlintasan) mana saja yang harus ditutup dan titik yang dipertahankan dengan catatan adanya penguatan, baik personel maupun SOP agar keamanan dan keselamatan pengguna kereta dapat terjaga.

Ia menambahkan saat ini penutupan perlintasan kereta masih difokuskan untuk jalur perlintasan Tebet--Cawang sedangkan jalur Tebet--Manggarai segera menyusul.

"Nanti Tebet--Manggarai mungkin akan menyusul setelah sudah dilaksanakan penutupan di Tebet - Cawang," kata Bayu.

Sementara itu, Kepala Stasiun Tebet Muhammad Zul Faroki atau yang akrab disapa Okky menyampaikan apresiasi yang sebesarnya untuk dukungan dari wilayah Kecamatan Tebet.

"Mudah-mudahan dan kita berharap nanti ada perlintasan liar yang bisa kita tutuplah nantilah dari 11 perlintasan liar yang ada di antara Stasiun Tebet dan Cawang," katanya.

Okky juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan keselamatan karena melewati perlintasan kereta api itu sangat berbahaya.

Baca juga: Ada 140 perlintasan liar kereta api di Jabodetabek hingga Oktober ini

Baca juga: Kemenhub: Kecelakaan lebih tinggi di perlintasan KA tanpa penjagaan

Baca juga: Perlintasan kereta lokasi kecelakaan Senen masih ditutup

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.