Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) sepakat memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian, mendukung ketahanan pangan nasional serta mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
"Pembangunan pertanian tak hanya membutuhkan dukungan lahan serta sarana prasarana, tetapi juga sumber daya manusia unggul, terampil, adaptif dan profesional," tegas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Jumat.
Agustiar menjabarkan kerja sama dengan Kementan ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan penyelenggaraan pendidikan vokasi dan magang mahasiswa pada lahan kegiatan cetak sawah di Kalimantan Tengah.
"Penandatanganan nota kesepakatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan Asta Cita Presiden, khususnya program swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah," tegasnya.
Melalui kerja sama pendidikan tinggi vokasi pertanian, diharap tercipta SDM pertanian profesional, mendukung program cetak sawah di Kalimantan Tengah, membentuk Brigade Pangan modern, serta memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dengan praktik lapangan dan program magang.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Hermanto mengatakan, kerja sama tersebut difokuskan untuk mendukung optimalisasi program cetak sawah yang terus dikembangkan hingga 2026.
Dia menyampaikan perkembangan konstruksi cetak sawah di Kalimantan Tengah pada 2025 ditargetkan mencapai kurang lebih 30 ribu hektare, sedangkan pada 2026 ditargetkan sekitar 10 ribu hektare.
“Kami berharap lahan sawah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Salah satu terobosan dari Bapak Gubernur adalah pengembangan pendidikan vokasi, sehingga lahan sawah dapat menjadi lokasi praktik langsung bagi mahasiswa,” tuturnya.
Selama ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) berkolaborasi melalui implementasi program Akademi Komunitas Muhammadiyah UMPR (AKM UMPR) melalui Program D1 Vokasi yang meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan untuk mencetak 2.000 sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·