Pemprov DKI Jakarta Kembali Gelar CFD Rasuna Said Mulai Juni 2026

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, bakal kembali digelar secara rutin mulai Minggu, 7 Juni 2026, setelah sempat ditiadakan.

Dilansir dari Detikcom, pelaksanaan CFD tersebut dijadwalkan setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Durasi kegiatan ini sengaja dibuat lebih singkat dibandingkan dengan kawasan Sudirman-Thamrin.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menjelaskan bahwa penyesuaian waktu tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aktivitas masyarakat serta kondisi kawasan perkantoran di sekitar lokasi.

"Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan bahwa car free day (HBKB) di Jalan HR Rasuna Said akan kembali digelar secara rutin mulai Minggu, 7 Juni 2026, setiap hari Minggu, pukul 05.30-09.00 WIB," kata Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik.

Sebelum keputusan ini diumumkan, sejumlah warga terpantau masih melakukan aktivitas olahraga jalan santai dan lari di sepanjang trotoar Jalan Rasuna Said dari arah Mampang Prapatan menuju Menteng pada Minggu, 31 Mei 2026 pagi. Arus lalu lintas kendaraan pribadi maupun TransJakarta di lokasi tersebut masih melintas dengan normal tanpa pengalihan arus.

Salah seorang warga Kuningan yang sedang berolahraga di kawasan tersebut, Josh, mengaku sudah mengetahui bahwa agenda CFD di jalur tersebut memang belum resmi dibuka kembali pada hari ini.

"Hanya olahraga jalan biasa aja," kata Josh, Warga Kuningan.

Josh menyatakan dukungannya jika CFD Rasuna Said kembali diaktifkan seperti beberapa pekan sebelumnya agar konsentrasi warga yang ingin berolahraga tidak hanya terpusat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) saja.

"Supaya ada tempat, nggak fokusnya cuma di GBK atau di taman," sambung Josh, Warga Kuningan.

Lebih lanjut, Josh berharap hasil evaluasi pelaksanaan CFD sebelumnya dapat mengatasi kendala fasilitas penunjang, terutama mengenai ketersediaan kantong parkir dan kemudahan akses bagi mobilitas warga lokal sekitar perumahan.

"Satu yang pasti parkiran. Yang kedua akses, karena kebanyakan orang-orang sini ini kan pendatang. Jadi akses, contoh akses di warga sini untuk keluar juga agak susah, mau ke sana ke arah mana, Sudirman juga udah ditutup, kalau mau ke arah apa namanya, sini juga ditutup," imbuh Josh, Warga Kuningan.

Selain masalah aksesibilitas, aspek kebersihan lingkungan setelah kegiatan selesai juga menjadi poin penting yang disoroti oleh Josh demi kenyamanan para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup.

"Jadi akhirnya mobilisasi kita ke sini kan ada ada batasan, ada kurangnya. Cuma kurang di akses, parkiran, sama kebersihan yang pasti. Karena after itu kan pasti ya kebersihanlah ya yang pasti diutamakan. Kasihan buat teman-teman nanti yang PPSU atau teman-teman dari DLH yang bersihin," ungkap Josh, Warga Kuningan.

Warga lainnya asal Mampang Prapatan, Fahmi, juga menambahkan bahwa dirinya sudah mendapatkan informasi mengenai status CFD Rasuna Said melalui media sosial sebelum memutuskan rutin lari pagi menuju Bundaran HI.

"Iya sudah tahu. Kadang memang saya cek kalau hari ini ada CFD atau ada kegiatan apa. Lewat medsos aja," kata Fahmi, Warga Mampang Prapatan.

Fahmi menilai pembukaan kembali jalur CFD di Rasuna Said menjadi opsi lokasi olahraga yang sangat menarik dan dinantikannya.

"Bolehlah, semoga bagus ya. Buat saya ya kalau pagi berarti jadi ramai gitu. Kita jadi bisa lari di jalan nanti. Ini kan saya di trotoar ya," kata Fahmi, Warga Mampang Prapatan.