Kementerian Haji Imbau Jemaah Indonesia Utamakan Istirahat Pasca&Armuzna

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Jemaah haji Indonesia kini memasuki fase pemulihan fisik setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini penting karena kondisi fisik para jemaah umumnya terkuras habis setelah menjalani prosesi ibadah yang padat.

Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau seluruh jemaah untuk memprioritaskan istirahat dan menjaga kondisi kesehatan mereka. Upaya tersebut diperlukan agar jemaah bisa menyelesaikan sisa rangkaian ibadah dengan aman sebelum jadwal kepulangan ke Tanah Air, seperti dikutip dari Cahaya.

Wakil Menter Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa periode setelah Armuzna menjadi masa yang sangat krusial bagi jemaah. Kelelahan hebat melanda sebagian besar jemaah setelah menyelesaikan wukuf, mabit, hingga melontar jumrah.

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, potensi penurunan kesehatan justru rawan terjadi setelah puncak ibadah haji selesai akibat berkurangnya daya tahan tubuh. Petugas meminta jemaah untuk membatasi aktivitas yang tidak mendesak di luar program resmi pemerintah.

"Kami mengimbau jamaah agar memperbanyak istirahat dan tidak terlalu memaksakan diri mengikuti berbagai kegiatan di luar jadwal resmi," kata Dahnil saat berada di Mina, Sabtu (30/5/2026).

Menjaga Asupan Gizi dan Cairan

Para jemaah diharapkan dapat memanfaatkan waktu beberapa hari ke depan secara optimal untuk mengembalikan kebugaran tubuh. Penjagaan pola makan, pemenuhan kebutuhan cairan, serta konsumsi vitamin sangat disarankan agar jemaah terhindar dari dehidrasi.

"Kami berharap jamaah dapat memanfaatkan beberapa hari ke depan untuk memulihkan kondisi fisik. Konsumsi makanan bergizi, vitamin, dan istirahat yang cukup sangat penting agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat," ujar Dahnil.

Pengawasan Ketat Aktivitas Tambahan

Dahnil Anzar Simanjuntak juga memberikan peringatan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), ketua rombongan, serta pendamping jemaah. Seluruh pihak terkait diwajibkan lebih tertib dan disiplin dalam mengatur pergerakan para jemaah selama di Arab Saudi.

Agenda tambahan seperti ziarah maupun city tour tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena berisiko mengganggu keselamatan jemaah. Pemerintah menegaskan bahwa segala bentuk mobilisasi kelompok harus terpantau oleh pimpinan kloter untuk mengantisipasi situasi darurat.

"Seluruh aktivitas yang melibatkan jamaah wajib dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan kloter. Jika ada pihak yang mengabaikan aturan ini, kami akan mengambil tindakan tegas," tegasnya.

Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan menjaga keselamatan jemaah menjelang keberangkatan ke Madinah dan pemulangan ke Indonesia. Jemaah diminta fokus menjaga kebugaran agar seluruh proses perjalanan berjalan optimal.