Pemprov DKI Jakarta Terapkan Pemilahan Sampah Mulai 10 Mei 2026

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dijadwalkan memulai implementasi pemilahan sampah di sumbernya pada Minggu, 10 Mei 2026 sebagai upaya mengubah perilaku masyarakat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang diluncurkan di kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, peresmian program tersebut akan disatukan dengan agenda Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Lokasi pelaksanaan di Jalan Rasuna Said juga diproyeksikan sebagai titik baru area bebas kendaraan di ibu kota selain jalur Sudirman-Thamrin.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan konfirmasi mengenai kesiapan penegakan aturan baru tersebut di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026. Penandatanganan regulasi ini menjadi landasan hukum utama bagi pengelolaan sampah mandiri oleh warga.

"Besok tanggal 10 kita akan memulai pelaksanaan dari Ingub yang saya tandatangani untuk pemilahan sampah," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pramono menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Jakarta Selatan bertujuan untuk memperluas jangkauan ruang publik yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat perkotaan.

"Diadakan di Rasuna Said sekaligus menandai bahwa Rasuna Said itu nantinya kita persiapkan juga untuk menjadi Car Free Day seperti Sudirman-Thamrin," ujarnya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Sebelumnya, pada Senin, 4 Mei, Pramono menyatakan bahwa inisiatif ini akan melibatkan kerja sama intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat memperkuat deklarasi gerakan pemilahan sampah yang lebih luas.

"Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur untuk proses pemilahan. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah di Jakarta," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pelibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dari kebijakan pengelolaan limbah ini. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat terdistribusi secara merata ke seluruh wilayah administratif di Jakarta dalam waktu singkat.

"Ini akan menjadi gerakan bersama. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilakukan secara masif di seluruh kota administrasi," ujarnya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.