Pemprov Sulteng dorong pemerataan dokter spesialis di daerah terpencil

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kalau ada anak daerah kita sekolahkan spesialis supaya dapat mengabdi di daerahnya setelah lulus

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong pemerataan dokter spesialis melalui kebijakan afirmasi pendidikan spesialis bagi putra-putri daerah serta dokter dari wilayah terpencil.

“Kalau ada anak daerah kita sekolahkan spesialis supaya dapat mengabdi di daerahnya setelah lulus,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng Reny A. Lamadjido dalam keterangannya di Palu, Minggu.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pelantikan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Sulteng periode 2025–2028.

Pada kesempatan itu Wagub Sulteng mendorong organisasi profesi dokter mendukung kebijakan afirmasi pendidikan spesialis sebagai skema khusus pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah serta dokter dari wilayah terpencil.

Baca juga: Kemenkes siapkan insentif dan hunian untuk pemerataan spesialis di 3T

Reny yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulteng mengatakan langkah tersebut penting untuk mengatasi ketimpangan tenaga dokter spesialis di sejumlah wilayah kepulauan di provinsi itu.

Ia mencontohkan Kabupaten Banggai Laut yang masih mengalami keterbatasan jumlah dokter spesialis karena tidak semua tenaga medis bersedia ditempatkan di wilayah yang jauh.

Menurut dia, pemerataan tenaga dokter spesialis penting agar pelayanan kesehatan berkualitas tidak hanya terpusat di Kota Palu, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan.

Baca juga: Menkes: Per Januari insentif dokter spesialis 3T langsung dari pusat

“Sebagai dokter spesialis harus siap ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan kehadiran dokter spesialis anestesi sangat vital dalam memenuhi standar minimal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang wajib memiliki empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang, dimana anestesiologi menjadi salah satu pilar penunjang yang tidak boleh kosong.

Untuk itu Wagub juga mendorong para dokter spesialis anestesi untuk mengembangkan kompetensi pendidikan sub-spesialis dengan memanfaatkan Program Beasiswa Berani Cerdas yang disiapkan Pemprov Sulteng.

Baca juga: Kemenkes percepat penuhi kekurangan dokter spesialis lewat beasiswa

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.