Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pemindahan makam Ibu Negara pertama RI Fatmawati Soekarno dari Jakarta ke Bengkulu sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh nasional tersebut.
"Kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dapat dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, di Bengkulu, Rabu.
Dia menyampaikannya usai memimpin rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam rangka pembentukan tim kajian pemindahan makam Fatmawati Soekarno.
Rencananya, makam akan dipindahkan ke kompleks Taman Remaja yang akan direvitalisasi menjadi kawasan terpadu. Usulan tersebut akan disampaikan kepada pihak terkait, terutama keluarga serta Kementerian Sosial.
Pemprov Bengkulu merencanakan lokasi pemindahan makam berada di kawasan Taman Remaja yang akan direvitalisasi menjadi kawasan terpadu berbasis wisata sejarah.
Baca juga: Puti Guntur Soekarno bagikan kisah sisi humanis Fatmawati
"Area Taman Remaja akan menjadi kawasan terpadu. Selain makam Ibu Fatmawati sebagai destinasi wisata sejarah, juga akan dibangun masjid, jogging track, dan sentra UMKM," kata dia.
Fatmawati Soekarno dikenal sebagai penjahit Sang Saka Merah Putih serta istri Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang memiliki sejarah panjang dengan Bengkulu.
Keduanya bertemu saat masa pengasingan Soekarno di Bengkulu dan menikah pada 1 Juni 1943, sebelum kemudian Fatmawati menjahit bendera pusaka pada 1944 yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 1945.
Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dengan nama asli Fatimah dan merupakan putri dari tokoh Muhammadiyah Hasan Din dan Siti Chodijah.
Fatmawati wafat di Malaysia pada 14 Mei 1980 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, serta telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid melalui Keppres Nomor 118/TK/2000.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah juga telah membangun Monumen Fatmawati di Bengkulu yang menjadi salah satu penanda sejarah perjuangan tokoh perempuan tersebut.
Baca juga: PDIP luncurkan Fatmawati Trophy perkuat warisan ideologis Ibu Bangsa
Baca juga: Mengenal tokoh-tokoh penting proklamasi kemerdekaan Indonesia
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·