Pemuda Bogor Tewas Akibat Gigitan Ular Weling Saat Nongkrong

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Seorang pemuda berinisial UZ (18) meninggal dunia setelah digigit ular weling saat sedang berkumpul bersama rekannya di kawasan Landbouw, Kelurahan Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

Insiden tersebut juga menyebabkan rekan korban berinisial HE (21) dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Ummi karena terkena bisa ular yang sama. Pihak kepolisian telah mengonfirmasi fatalitas kejadian tersebut melalui keterangan resmi.

"Betul, satu orang yang meninggal," kata Kapolsek Bogor Barat AKP Didin Komarudin.

Kepolisian menjelaskan bahwa ular tersebut awalnya mematuk UZ sebelum akhirnya menyerang HE yang berusaha menangkap hewan melata tersebut. Penanganan medis sempat dilakukan meskipun nyawa salah satu korban tidak tertolong.

"Korban dibawa ke rumah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ummi Kota Bogor menggunakan ambulans," ujarnya.

Berdasarkan data medis, kondisi korban kedua saat ini masih memerlukan pemantauan ketat oleh tim dokter di rumah sakit setempat. Jenazah korban meninggal sendiri telah diserahkan kepada pihak keluarga.

"(Korban) atas nama Hendra kondisi kritis di ruang ICU RS Ummi, masih dalam penanganan medis," terang Didin.

Lurah Pasir Jaya, Rizky Dwi Nugraha, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula ketika para pemuda tersebut melihat ular melintas di area persawahan. Ular tersebut kemudian bertindak agresif dan menyerang para korban di lokasi kejadian.

"Nah dia itu tidak sengaja melihat ular. Si ular ini langsung macok (matuk) agresif," ujar Rizki.

Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya kelalaian di mana para korban justru menganggap ular tersebut tidak berbahaya. Bahkan, beredar rekaman video yang memperlihatkan ular berbisa itu dijadikan bahan candaan di lokasi tongkrongan.

"Nah, pada saat digigit, ada rekannya yang refleks menangkap ular tersebut (kemudian ikut digigit)," kata Rizky.

Pihak kelurahan sangat menyayangkan tindakan para pemuda tersebut yang tidak segera mencari bantuan medis setelah terkena gigitan pertama. Hal ini mengakibatkan hilangnya periode krusial untuk pemberian antibisa.

"Pada saat kejadian, salah satu korban ada yang tergigit oleh ular. Ular hitam dengan motif ada putihnya. Nah, korban mungkin tidak tahu itu ular berbisa," kata Rizky.

Berdasarkan laporan yang diterima, ular weling tersebut terus dipermainkan oleh korban meskipun telah menunjukkan perilaku berbahaya. Perilaku ini terdokumentasi dalam video yang tersebar di media sosial.

"Tapi yang patut disayangkan, ketika pada saat ditangkap, info yang saya terima, ular tersebut dijadikan main-mainan lah sama korban," ucap Rizky.

Kedua korban diketahui mengalami luka gigitan pada bagian tangan kiri, khususnya di area telapak tangan. Kelalaian dalam merespons gejala awal membuat racun neurotoksin menyebar luas ke sistem saraf para korban.

"Untuk tergigitnya ada di bagian tangan korban, dua-duanya di tangan. Kurang lebih di telapak tangannya yang kiri infonya," kata Rizky.

Keterangan lebih lanjut dari pihak kelurahan menegaskan bahwa salah satu korban bahkan sempat merekam aktivitas bermain dengan ular tersebut tanpa rasa khawatir. Tindakan medis baru dilakukan setelah kondisi fisik korban mulai menurun drastis.

"Nah, kalau yang atas nama H, kalau yang saya terima infonya, bahkan ada videonya juga yang saya dapat, itu dimain-mainin pada saat digigit, masih didiamkannya," tambah dia.

Keluarga korban UZ baru menyadari kondisi darurat tersebut saat memasuki waktu subuh ketika korban menunjukkan tanda-tanda sesak napas. Upaya penyelamatan di rumah sakit terkendala oleh keterbatasan stok obat antibisa spesifik.

"Tapi kok enggak bangun-bangun. Matanya juga enggak melek-melek, terus kayak sesak napas gitu," kata Aye, ibu dari UZS.

Masyarakat diimbau untuk mengenali perbedaan antara ular weling dan welang yang sama-sama memiliki bisa mematikan. Penanganan ular di pemukiman disarankan untuk selalu melibatkan petugas profesional dari Pemadam Kebakaran atau BPBD setempat.