Dua warga Palestina dilaporkan tewas setelah menjadi sasaran tembakan oleh pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat bagian tengah pada Selasa (21/4/2026). Insiden mematikan yang terjadi di desa Al-Mughayyir, dekat Ramallah tersebut, juga menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka-luka akibat peluru tajam.
Aksi penyerangan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi keamanan di wilayah pendudukan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Tim medis mengonfirmasi bahwa para korban langsung terkena tembakan saat gerombolan pemukim melakukan serangan ke pemukiman warga sipil.
Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina memberikan rincian mengenai usia para korban jiwa dan kondisi korban selamat di lokasi kejadian.
"Dua orang tewas-satu berusia 13 tahun dan satu lainnya 32 tahun-serta empat orang terluka akibat tembakan langsung, pernyataan Bulan Sabit Merah, dikutip dari AFP, Selasa (21/4/2026).
Pihak militer Israel saat ini telah memberikan tanggapan resmi dengan menyatakan bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan mendalam atas peristiwa penembakan tersebut. Sebagai informasi, wilayah Tepi Barat telah berada di bawah kendali pendudukan Israel sejak terjadinya perang pada tahun 1967 silam.
Ketegangan di kawasan ini tercatat mengalami eskalasi yang signifikan pasca pecahnya konflik di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina yang dihimpun AFP, tercatat sedikitnya 1.061 warga Palestina kehilangan nyawa akibat serangan pasukan keamanan maupun pemukim Israel di Tepi Barat.
Di sisi lain, otoritas Israel merilis data bahwa sekitar 46 warga Israel, termasuk warga sipil dan personel militer, tewas dalam kurun waktu yang sama. Kematian tersebut terjadi baik dalam serangan yang diluncurkan pihak Palestina maupun dalam serangkaian operasi militer yang digelar militer Israel.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·