Pontianak (ANTARA) - Kalimantan Barat dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat konektivitas dan hub logistik internasional berbasis transportasi darat, laut, dan udara karena didukung posisi geostrategis yang berada di jalur perdagangan regional dan internasional.
"Kalbar memiliki posisi yang sangat strategis, baik dari sisi jalur darat, laut maupun udara. Ini menjadi peluang besar agar Kalbar mampu menjadi pusat distribusi dan perdagangan internasional," kata Pengamat transportasi intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie AH.PNB SE.SSIT. di Pontianak, Sabtu.
Dia mengatakan, potensi Kalbar sebagai pemain global semakin terbuka di tengah perubahan konstelasi politik dan ekonomi dunia yang berlangsung cepat.
Menurut dia, untuk menghadapi persaingan global dibutuhkan terobosan kebijakan dan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi antarmoda.
Baca juga: Kemenhub dan InJourney perkuat konektivitas penerbangan internasional
Ia menilai, sistem konektivitas transportasi mulai dari jalan kabupaten dan kota, jalan provinsi hingga jalan nasional harus memiliki keterhubungan yang baik, termasuk dari sisi standar lebar dan kekuatan jalan.
"Jika jalur distribusi digunakan untuk angkutan kontainer, maka kualitas jalan harus memenuhi standar jalan kelas satu agar tidak cepat rusak akibat beban logistik yang tinggi," tuturnya.
Syarif menambahkan, kondisi infrastruktur jalan di Kalbar saat ini masih menjadi tantangan utama yang dapat menghambat pengembangan potensi ekonomi daerah.
Karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan daerah bersama legislatif untuk memperjuangkan pembangunan dan penguatan infrastruktur transportasi beserta dukungan anggaran yang memadai.
Baca juga: InJourney tambah 53 rute penerbangan perkuat konektivitas udara
Menurut dia, keberadaan Pelabuhan Kijing menjadi salah satu aset strategis Kalbar karena berada di jalur Laut Natuna yang merupakan lintasan perdagangan Asia Pasifik.
Pelabuhan tersebut dinilai berpotensi menjadi pusat distribusi nasional maupun internasional karena mampu melayani kapal-kapal besar dengan kapasitas puluhan ribu ton.
"Pelabuhan Kijing bisa menjadi hub logistik nasional untuk Kalimantan bahkan menjadi pintu ekspor ke negara seperti China, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang," kata Syarif Usmulyani.
Ia menilai perpindahan pusat pemerintahan ke Kalimantan Timur juga dapat menjadi momentum bagi Kalbar untuk memperkuat posisinya sebagai jembatan perdagangan internasional dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Pulau Kalimantan.
Baca juga: Kalteng-Kalbar buka keterisolasian dengan tingkatkan konektivitas
Namun demikian, Syarif menekankan pengembangan industri hilirisasi harus menjadi prioritas agar komoditas unggulan Kalbar tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah.
“Kita harus memiliki industri pengolahan sehingga produk yang dikirim keluar daerah maupun luar negeri sudah dalam bentuk barang jadi sesuai arah kebijakan hilirisasi nasional,” tuturnya.
Selain sektor laut dan darat, ia juga menyoroti potensi ruang udara Kalimantan Barat yang dinilai strategis karena menjadi lintasan penerbangan internasional.
Menurut dia, keberadaan Bandar Udara Internasional Supadio sebagai airport of entry dapat meningkatkan penerimaan devisa daerah melalui sektor perdagangan, pajak, dan investasi asing langsung.
Baca juga: Kalbar dan Sarawak bahas kerja sama ekonomi dan konektivitas
“Bandara internasional di Kalbar memiliki peluang besar untuk mendatangkan investasi langsung dari luar negeri karena posisi geografisnya sangat strategis,” kata Syarif.
Ia juga mendorong adanya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, terutama konektivitas jalan menuju dan dari Pelabuhan Kijing.
Menurutnya, potensi sumber daya alam Kalbar yang melimpah harus diimbangi dengan sistem distribusi yang aman, nyaman, dan efisien agar mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat global.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·