Pengelola kembangkan Geopark Meratus, beri pengalaman wisata beragam

Sedang Trending 34 menit yang lalu
Tema tersebut mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan, yang menjadi daya tarik utama Geopark Meratus

Banjarmasin (ANTARA) - Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat identitas Geopark Meratus sebagai representasi jiwa Kalimantan, baik dari sisi alam, budaya, maupun masyarakatnya.

Wakil Sekretaris BPGM Theodorik Rizal Manik di Banjarbaru, Kamis menjelaskan pengembangan kawasan pada tahun 2026 mengusung tema besar “Soul of Borneo” sebagai identitas utama destinasi.

"Tema tersebut mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan, yang menjadi daya tarik utama Geopark Meratus," ujarnya.

Pengembangan kawasan, lanjutnya, dibagi ke dalam empat rute perjalanan utama, yakni rute Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Keempat rute ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang beragam dan terintegrasi.

Baca juga: Geopark Meratus gandeng Geopark Indonesia perkuat keselamatan kawasan

“Kita memiliki empat rute utama yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Ini memberikan pilihan pengalaman bagi wisatawan untuk menjelajahi Geopark Meratus secara menyeluruh,” ucapnya.

Terdapat sebanyak 54 geosite yang tersebar di seluruh kawasan Geopark Meratus. Geosite tersebut dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas lokal, hingga pegiat lingkungan.

“Sebanyak 54 geosite ini menjadi kekuatan utama kita. Pengelolaannya melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga manfaat ekonomi juga bisa dirasakan secara merata,” kata Theodorik.

Ia menambahkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geosite menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan Geopark Meratus yang berbasis pemberdayaan.

Baca juga: Gemolog Australia-Prancis teliti berlian dan Geopark Meratus di Kalsel

“Dengan pengelolaan berbasis komunitas, kita tidak hanya mengembangkan pariwisata, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Selain pengembangan rute dan geosite, BPGM juga mengoordinasikan berbagai program strategis lintas sektor, seperti Global Green Culture dan pengembangan gastronomi daerah.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata untuk menghadirkan kegiatan yang mengangkat nilai budaya dan kuliner lokal,” kata Theodorik Rizal.

Melalui pendekatan terintegrasi ini, lanjutnya, Geopark Meratus diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memiliki daya saing global.

Baca juga: Kalsel perkuat kerja sama ASEAN guna kembangkan Geopark Meratus

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.