Pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi layani 73 desa

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Banyuwangi (ANTARA) - Pengelolaan sampah secara sirkular di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melayani puluhan ribu rumah tangga tersebar di 73 desa yang bergabung dalam program pengelolaan sampah ramah lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengimplementasikan Program Banyuwangi Hijau sejak 2023, salah satunya dengan cara mendirikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di sejumlah lokasi.

"Capaian tersebut menunjukkan terus meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan sistem layanan persampahan terpadu di tingkat desa dan kawasan," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Rabu.

Sejak diimplementasikan tahun 2023, lanjutnya, Program Banyuwangi Hijau menunjukkan perkembangan dalam penguatan layanan pengelolaan sampah berbasis kawasan dan masyarakat.

Ipuk menyebutkan, hingga Mei 2026 program tersebut telah menjangkau 73 desa dengan cakupan layanan kepada 23.410 rumah tangga atau sekitar 500.000 jiwa penduduk.

Selain itu, katanya, fasilitas TPS 3R Balak Kecamatan Songgon yang menjadi stasiun pengolahan sampah Program Banyuwangi Hijau telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah sejak awal operasional dengan dukungan 91 tenaga kerja, dengan pengelolaan sampah anorganik sebanyak 652 ton dan sampah organik sebanyak 455 ton.

Baca juga: Banyuwangi dan korporasi Austria bangun TPS3R kapasitas 160 ton per hari

Bupati Ipuk mendorong desa agar terus mendukung Program Banyuwangi Hijau dan sampah rumah tangga dari warga desa tidak hanya dibakar atau dibuang ke sungai, tetapi dikumpulkan, dipilah, dan dibawa ke TPS3R oleh petugas.

"Terima kasih untuk dukungan warga atas program ini, dan ini akan mengurangi volume sampah di TPA sekaligus mengurangi sampah laut," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani menyampaikan bahwa capaian pengelolaan sampah pada Program Banyuwangi Hijau tidak lepas dari peran desa.

"Sebanyak 73 desa juga telah bekerja sama melalui penandatanganan PKS, semua desa tersebut juga telah membentuk lembaga operator desa untuk mendukung layanan persampahan," katanya.

Menurut di, desa-desa tersebut juga menganggarkan alokasi dana desa khusus, untuk kegiatan persampahan desa periode 2023-2026 total mencapai sebesar Rp3,97 miliar.

Selain itu, lanjut dia, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi pilar keberhasilan Program Banyuwangi Hijau.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.