Penjualan PS5 anjlok usai harga naik, Sony konfirmasi pengembangan PS6

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi dan hiburan asal Jepang Sony mencatat penurunan penjualan konsol PlayStation 5 (PS5) setelah serangkaian kenaikan harga sejak perangkat itu diluncurkan pada 2020.

Melansir dari Gizmochina pada Sabtu (9/5) waktu setempat, harga PS5 Digital Edition yang awalnya dibanderol 399 dolar AS atau sekitar Rp6,9 juta kini naik menjadi sekitar 599 dolar AS atau sekitar Rp9,8 juta. Sementara versi Disc Edition meningkat dari 499 dolar AS menjadi 649 dolar AS atau sekitar Rp10,6 juta.

Kenaikan harga terbaru diumumkan pada Maret 2026 dengan tambahan hampir 100 dolar AS dibanding harga awal peluncuran.

Kondisi tersebut mulai berdampak pada penjualan PS5. Sony tercatat hanya menjual 1,5 juta unit PS5 pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026, turun dari 2,8 juta unit pada periode sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan penurunan tahunan lebih dari 46 persen.

Baca juga: Sony umumkan penjualan konsol PlayStation 5 tembus 80 juta unit

Baca juga: Meski sudah lama, ini 7 alasan PS4 masih layak dimainkan di tahun 2025

Secara tahunan, penjualan PS5 juga turun dari 18 juta unit pada tahun fiskal 2024 menjadi 16,5 juta unit pada tahun fiskal 2025.

Meski total penjualan global PS5 telah mencapai 93,7 juta unit, performa tersebut masih tertinggal dibanding PlayStation 4 pada fase usia produk yang sama.

Sony menyebut kenaikan biaya komponen, terutama chip memori dan perangkat keras lain, menjadi faktor utama yang membebani bisnis PlayStation.

Presiden dan CEO Sony Hiroki Totoki mengatakan kenaikan biaya tersebut turut memengaruhi penjualan perangkat lunak, layanan langganan PlayStation, hingga aksesori.

Konsumen juga dinilai mulai enggan membeli perangkat lama dengan harga yang semakin mahal, terutama ketika banyak pengguna berharap harga PS5 justru turun seiring usia produk yang bertambah.

Meski demikian, Sony memastikan belum berencana menaikkan harga PS5 lagi dalam waktu dekat dan akan mempertahankan struktur harga saat ini.

Perusahaan tetap optimistis bisnis gimnya akan tumbuh sekitar 30 persen pada tahun fiskal berikutnya, didorong peluncuran gim Grand Theft Auto VI pada November mendatang.

Sony juga mengonfirmasi pengembangan konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 atau PS6, masih terus berjalan.

Namun, investasi untuk riset, pengembangan cip, dan perangkat keras PS6 diperkirakan masih akan memengaruhi profit perusahaan dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Perbandingan PS4 dan PS5, masih layakkah PS4 di akhir tahun 2025?

Baca juga: Sony menaikkan harga PlayStation 5 di Amerika Serikat

Baca juga: Sony menaikkan harga PlayStation 5 di Amerika Serikat

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.