Nia Damanik, selaku pemilik yayasan penyalur ART yang menaungi Herawati eks ART Erin memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (7/5). Kedatangannya guna memberikan keterangan tambahan terkait laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan Erin terhadap Herawati.
Didampingi kuasa hukumnya, Natalius Bangun dan Ernes Hasibuan, Nia Damanik menjawab puluhan pertanyaan dari penyidik soal kronologi terjadinya konflik antara Hera dan majikannya, Erin.
"Tadi klien kita, Ibu Nia, sudah memberikan keterangan kepada penyidik terkait jalannya bertemunya klien kami yang bernama Hera kepada Ibu Erin. Ada sekitar 22 pertanyaan yang diajukan terkait penganiayaan itu dari awal," ujar Natalius Bangun.
Dalam kesempatan tersebut, Nia Damanik membeberkan alasan sepele yang diduga menjadi pemicu kekerasan fisik dialami oleh Hera.
Berdasarkan pengakuan Hera kepadanya, penganiayaan itu terjadi hanya karena urusan kebersihan rumah.
"Awalnya dia WA saya, terus saya tanya ada apa kok bisa dipukul. Terus saya telepon balik, 'Kenapa Neng? Kok bisa dipukul?' Katanya cuma gara-gara gorden, lupa tutup gorden, dan ada debu di tong sampah sedikit, sama lupa menutup kamar mandi. Hanya itu. Kubilang, 'Cuma gara-gara itu kok kamu dipukul?'" ungkap Nia.
Tak hanya kekerasan fisik, Nia juga mengungkap adanya dugaan kekerasan verbal yang sangat kasar terhadap pekerjanya.
"Laporan ke saya karena kerjanya dibilang bodoh, tolol, dan bego, dan gembel. Itu ya," tegas Nia.
Pengalaman ini meninggalkan trauma mendalam bagi Nia sebagai penyalur tenaga kerja. Ia menyebut Erin kini masuk dalam daftar blacklist di kalangan yayasan penyalur ART karena perilakunya yang temperamental.
"Trauma lah, pasti jelas trauma. Dan saya enggak mungkin mau lagi (menyalurkan ke sana). Soal blacklist, ya benar, benar," imbuhnya.
Nia juga menepis tudingan pihak Erin yang menyebut ada orang di balik layar yang menyuruhnya membuat kegaduhan ini. Ia menegaskan bahwa gerakannya murni untuk melindungi pekerjanya yang telah menjadi korban kekerasan.
"Tidak ada yang menyuruh-nyuruh. Itu feeling dia saja, tuduh-tuduhan dia saja, fitnah. Saya hanya murni melindungi pekerja saya karena dia sudah melakukan kekerasan. Itu pikiran dia saja," tutup Nia.
Sebagai langkah lanjutan, tim kuasa hukum berencana mengadakan konferensi pers pada Sabtu (10/5) di kawasan Tebet untuk menunjukkan bukti-bukti chat dan rekaman yang memperkuat laporan mereka ke hadapan publik.
Tim kuasa hukum Herawati dan Nia juga bakal menjawab bantahan Erin terkait dugaan penganiayaan dan berbagai fakta lainnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·