Penyiraman air keras di Jakbar, warga: cekcok berawal saat main futsal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Insiden penyiraman air keras di kawasan Jalan Dharma Wanita V, RW 01, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu sore, menurut pengakuan warga berawal dari cekcok saat korban dan pelaku bermain futsal.

Seorang warga bernama Slamet mengatakan korban sempat terlibat perselisihan di lokasi futsal yang berujung aksi kejar-kejaran di jalan.

"Katanya (korban) habis sparing main bola atau futsal. Mungkin ada sikut-sikutan atau apa, terus jadi marah,” ujar Slamet saat ditemui di lokasi, Senin.

Menurut Slamet, korban yang mengendarai sepeda listrik dikejar pelaku yang berboncengan sepeda motor. Tak lama kemudian, pelaku diduga menyiramkan air keras ke arah korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian tubuh sebelah kanan.

“Di bagian badan kanan. Awalnya katanya nggak terasa, tapi lama-lama panas,” kata Slamet.

Warga yang berada di lokasi sempat panik dan langsung memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa ke klinik terdekat dalam kondisi sadar untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Seorang pria jadi korban penyiraman diduga air keras di Cengkareng

Slamet mengatakan, pemicu cekcok diduga juga berkaitan dengan taruhan pertandingan. Informasi tersebut, kata dia, masih sebatas kabar yang beredar di kalangan warga.

“Katanya karena pelaku kalah dan tidak terima soal taruhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, korban merupakan warga RW 11 Rawa Buaya, sementara pelaku disebut bukan berasal dari lingkungan setempat.

Sementara itu, pihak kepolisian pun telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada malam hari setelah insiden terjadi.

“Semalam ada sekitar delapan orang polisi ke sini. Dari Polda juga ada dua orang,” tutur Slamet.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom melalui pesan singkat kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (26/4) malam, mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut dengan mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan saksi.

"Lagi lidik. Masih di TKP, kita lagi mengumpulkan baket (bahan keterangan)," tutur Gultom.

Baca juga: Polisi tunggu berkas terkait kasus penyiraman air keras di Jakpus

Baca juga: Polisi usut kasus pelajar siram air keras di Jakpus

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.