Pep Guardiola Beri Kebebasan Bermain Rayan Cherki di Manchester City

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajer Manchester City Pep Guardiola memutuskan untuk memberikan kebebasan bermain bagi gelandang mudanya, Rayan Cherki, menjelang laga krusial melawan Arsenal pada Minggu, 19 April 2026. Keputusan ini diambil karena Cherki dinilai memiliki kreativitas individual yang luar biasa meski seringkali tidak mengikuti pola permainan sistematis yang diinginkan pelatih.

Pemain asal Prancis tersebut dikenal dengan kemampuan teknisnya sejak menimba ilmu di akademi Lyon dan tercatat sebagai pencetak gol termuda klub pada usia 16 tahun. Cherki memiliki statistik unik dengan frekuensi dribel menggunakan kaki kiri sebesar 56 persen dan kaki kanan sebesar 44 persen untuk eksekusi tendangan sudut.

Guardiola mengungkapkan kekagumannya sekaligus tantangan melatih pemain bertipe bebas seperti Cherki yang kerap melakukan trik-trik di area pertahanan lawan. Dilansir dari Goal.com, Guardiola mulai melonggarkan instruksi ketatnya sejak pertandingan melawan Chelsea pekan lalu.

"Rayan is a special, special player. He is a little bit of a free soul. I am a manager who likes control, we know this. So sometimes, on the touchline, it is so, so tough to watch. My heart… pff," kata Guardiola.

Strategi ini diterapkan Guardiola demi menjaga kualitas alami Cherki agar tidak tertekan oleh instruksi taktis yang kaku. Hal ini menjadi pengecualian bagi sang pelatih yang biasanya sangat mendetail dalam mengatur posisi setiap pemain di lapangan.

"He gets the ball, he starts the tricks, and my instinct is to shout, ‘Rayan, please, play simple!’ But if I tell him against Chelsea, ‘Stop this,’ I destroy the player. I take away his incredible quality. What he did against Arsenal, against Liverpool… exceptional. Unbelievable," ujar Guardiola.

Gaya permainan Cherki yang eksentrik juga terlihat dari kebiasaannya mengenakan seragam pemain lawan saat berada di bangku cadangan. Sejauh ini, hanya Bruno Fernandes yang memiliki catatan asis lebih banyak darinya di Liga Inggris musim ini.

"So, I want to see it again. If he feels it, he does it. Go out, express yourself, have fun, and show the world how good you are," tutur Guardiola.

Selain masalah kreativitas, Guardiola sempat menyoroti posisi bermain Cherki yang terkadang terlalu turun ke lini pertahanan untuk menjemput bola. Pelatih asal Spanyol itu menginginkan Cherki tetap berada di area serang untuk mendukung Erling Haaland.

"His mum and dad gave us a talent to play close to Haaland but sometimes he plays close to [Gianluigi] Donnarumma and that is useless," jelas Guardiola.

Guardiola menegaskan bahwa tim akan bekerja untuk mengalirkan bola langsung ke kaki Cherki tanpa sang pemain perlu turun terlalu jauh. Fokus utama adalah mengoptimalkan bakat alami yang dimiliki pemain tersebut di sepertiga akhir lapangan.

"First half, he played close to me. Play close to [Erling] Haaland and the wingers and the attacking midfielders and use the talent that mum and dad gave to you. When he starts to do that, he will become an extraordinary player with his mindset and mentality. We’ll bring the ball to you. It’s not necessary to come down," ucap Guardiola.

Mantan bek City, Gael Clichy, memberikan pujian tinggi terhadap potensi Cherki yang disebutnya menyamai level Kevin De Bruyne dalam menciptakan bahaya di ruang sempit. Clichy sempat melatih sang pemain saat menjadi asisten Thierry Henry di tim nasional Prancis U-21.

"If we talk about the quality of the player, I haven’t seen anyone that good. That’s a big quote, but I do feel that if he can bring his off-the-ball game to a certain level, I think we could be talking about a player that can can reach Kevin De Bruyne’s numbers, because in tight spaces, in key areas of the pitch, he can create danger," kata Clichy.

Terlepas dari bakat besarnya, Guardiola mengakui pemilihan Cherki dalam starting line-up terkadang menjadi dilema terkait keseimbangan tim. Ia menyebut penggunaan Cherki bersamaan dengan pemain ofensif lainnya seperti Jeremy Doku bisa membuat pertahanan City kurang stabil.

"Now you can criticise me incredibly, for the selection, now I deserve it. It’s sometimes for the balance. We learned in the beginning that when we played Erling with Jeremy (Doku) or Cherki that we are incredibly unbalanced, we do not have the stability that teams in the Premier League have to have," pungkas Guardiola.