Pep Guardiola Berpotensi Tinggalkan Manchester City Usai 2026

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, berpotensi besar untuk meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada 2026. Mantan pemain Manchester City, Gareth Barry, menyebutkan bahwa Guardiola mungkin akan mencari tantangan baru di liga lain, seperti Serie A Italia atau Ligue 1 Prancis.

Guardiola telah memimpin Manchester City sejak 2016, meraih enam gelar Liga Inggris dan berpotensi menambah gelar ketujuh musim ini. Selain itu, ia juga telah mempersembahkan gelar bergengsi lainnya, termasuk Liga Champions UEFA, Supercopa Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Sejak kedatangannya, Guardiola tak hanya berhasil membawa Manchester City mendominasi kancah domestik, tetapi juga meningkatkan performa klub di level Eropa. Gelar "Treble" pada musim 2022-23 yang bersejarah, yang meliputi tiga gelar utama dalam satu musim, menjadi bukti nyata kesuksesannya. Guardiola juga dikenal telah melakukan beberapa kali perombakan skuad dengan biaya besar untuk menjaga performa tim tetap stabil.

Masa depan Guardiola menjadi perbincangan hangat seiring mendekatnya akhir kontraknya di Manchester City. Barry, dalam wawancara eksklusif dengan GOAL melalui BetMGM, mengungkapkan bahwa Guardiola mungkin akan tertarik untuk menjajal liga lain, termasuk Serie A atau Ligue 1, untuk melengkapi koleksi gelar di lima liga utama Eropa. Guardiola juga memiliki pengalaman di sepak bola Italia, ketika ia membela Brescia dan Roma, yang dapat mempermudah adaptasinya.

Barry juga mengomentari kemungkinan Guardiola untuk mengambil waktu istirahat sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Guardiola, menurut Barry, seringkali mengambil waktu untuk merenung dan mendefinisikan kembali tujuannya setelah menyelesaikan satu fase karier. Terlepas dari rencana masa depannya, Barry yakin bahwa Guardiola akan membuat keputusan terbaik untuk kariernya.

Menurut Barry, Guardiola sangat mungkin mengambil waktu istirahat sebelum memutuskan langkah selanjutnya. “Secara pribadi, saya pikir jika Pep memutuskan bahwa waktunya di City telah berakhir, ia akan mengambil waktu istirahat,” ujar Barry.

Sementara itu, Manchester City tetap berfokus pada musim 2025-26, dengan harapan meraih gelar Premier League. Pertandingan melawan Arsenal di Etihad Stadium, yang akan datang, dianggap sebagai laga penentu dalam perburuan gelar.

Jika musim ini menjadi yang terakhir bagi Guardiola di Manchester City, perpisahan akan menjadi momen yang spesial bagi klub dan para penggemar. Guardiola telah mengubah cara bermain dan mengontrol pertandingan, serta membangun tim dengan identitas yang kuat, dan hal ini akan selalu dikenang.