Pep Guardiola Protes Keputusan Wasit Terkait Insiden Gabriel dan Haaland

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melayangkan protes keras terhadap wasit Anthony Taylor yang hanya memberikan kartu kuning kepada bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, dalam laga di Stadion Etihad pada Minggu (19/4/2026). Gabriel kedapatan menanduk wajah Erling Haaland saat keduanya terlibat perselisihan sengit di lapangan.

Ketegangan bermula ketika Gabriel menarik jersey Haaland hingga robek sebelum keduanya terlibat kontak fisik saat berebut bola di udara. Meski terjadi kontak fisik berupa tandukan kepala dari Gabriel ke wajah Haaland, wasit Anthony Taylor memutuskan untuk memberikan kartu kuning kepada kedua pemain tersebut.

Guardiola merasa keberatan karena menilai aksi Gabriel layak diganjar kartu merah, sementara dirinya justru turut dihukum kartu kuning akibat protes tersebut. Dilansir dari Sky Sports, manajer asal Spanyol itu merujuk pada sejarah disiplin timnya di masa lalu.

"Pengalaman di musim pertama saya yakni Nolito kena kartu merah. Kemudian, Rodri juga pernah kartu merah karena aksinya kepada Morgan Gibbs-White. Sampai-sampai kena larangan hukuman bermain," papar Guardiola.

Guardiola menilai standar wasit tidak konsisten dibandingkan dengan hukuman yang pernah diterima para pemainnya dalam situasi serupa. Namun, ia menyadari bahwa keputusan di lapangan sepenuhnya berada di tangan pengadil pertandingan.

"Tapi ya itu keputusan wasit. Saya tahu Haaland tidak akan bereaksi berlebihan, karena dia bukan aktor," ketus Guardiola.

Meskipun menerima kartu kuning akibat reaksi kerasnya di pinggir lapangan, manajer Manchester City tersebut menanggapi hukumannya dengan nada sarkasme.

"Saya senang dapat kartu kuning lagi," tambah Guardiola dengan tersenyum.

Di sisi lain, Erling Haaland meyakini bahwa sikapnya yang tidak terjatuh setelah insiden tersebut menjadi alasan mengapa Gabriel terhindar dari pengusiran. Striker asal Norwegia itu mengaku sengaja tetap berdiri meski mendapatkan provokasi fisik.

"Saya rasa jika saya jatuh, yang tidak akan saya lakukan kecuali seseorang benar-benar menyerang saya, mungkin itu akan menjadi kartu merah," ujar Haaland seperti dilansir dari Metro.

Penyerang produktif itu juga mempertanyakan alasan dirinya ikut mendapatkan kartu kuning dalam keributan tersebut. Ia menegaskan tidak melihat secara detail seluruh situasi namun merasakan kontak fisik di wajahnya.

"Sejujurnya saya belum melihat situasinya tetapi begitulah adanya. Saya tidak akan mudah jatuh seperti itu, jadi kartu kuning untuk saya, saya tidak tahu mengapa. Dia mendekati wajah saya, begitulah adanya," kata Haaland melanjutkan.

Di luar insiden panas tersebut, Haaland tetap merasa puas karena berhasil mencetak gol dalam pertandingan penting ini. Kemenangan tersebut memangkas jarak Manchester City menjadi hanya tiga poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen.

"Saya mencetak gol jadi saya memenangkan pertarungan saat itu. Itu gol yang hebat, itu momen yang menentukan dan kami menang," kata Haaland.

Hubungan kompetitif antara Haaland dan bek asal Brasil tersebut memang terus memanas dalam beberapa musim terakhir di Liga Inggris. Meski sering bergesekan secara fisik, Haaland menyatakan tetap menghargai kualitas lawannya tersebut.

"Pada akhirnya, saya menikmati duel dengan Gabriel. Dia bek yang kuat," kata Haaland.