Manajer Manchester City Pep Guardiola memberikan pujian tinggi kepada bek kiri Manchester United Luke Shaw menjelang laga final Piala FA pada Mei 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan setelah Guardiola menyaksikan langsung pertandingan final Piala FA Youth Cup di Joie Stadium yang berakhir dengan kekalahan tim muda Manchester United dari Manchester City dengan skor 2-1.
Luke Shaw hadir di stadion tersebut untuk memberikan dukungan bersama rekan setimnya seperti Bruno Fernandes dan Mason Mount, serta manajer Michael Carrick.
"United selalu plays really good," kata Guardiola saat berbicara mengenai performa tim asuhan Darren Fletcher.
Guardiola juga mengungkapkan kegembiraannya melihat kehadiran para petinggi dan pemain top dari kubu rival di tribun penonton.
"Happy to see, in the stands, Omar [Berrada], Jason Wilcox – the most important part in this club for the last decade, both of them. Jason, in the academy, did an incredible job. Omar, the right-hand of Ferran [Soriano], had been top and seeing top class players from United, Bruno [Fernandes], Luke Shaw – one of my favourite players – Mason Mount, and the manager Michael Carrick." lanjut Pep Guardiola.
Shaw yang saat ini berusia 30 tahun tercatat sebagai pemain dengan masa bakti terlama di Old Trafford setelah didatangkan dari Southampton pada tahun 2014.
Meskipun kariernya sempat terhambat cedera patah kaki parah saat melawan PSV Eindhoven di Liga Champions lebih dari sepuluh tahun lalu, bek Inggris ini berhasil bangkit dan membukukan lebih dari 300 penampilan bersama Setan Merah.
Pada musim ini, Shaw menunjukkan konsistensi luar biasa dengan selalu menjadi starter dalam 36 pertandingan Premier League di bawah asuhan Ruben Amorim dan Michael Carrick.
Penampilan apik ini membuka peluang bagi Shaw untuk mengamankan posisi dalam skuad tim nasional Inggris asuhan Thomas Tuchel untuk menyongsong Piala Dunia 2026.
Di masa lalu, perjalanan karier Shaw sempat diwarnai kritik tajam dari mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho, setelah laga imbang melawan Everton pada tahun 2017.
"He was in front of me and I was making every decision for him. He has to change his football brain." kata Jose Mourinho.
Kritik tersebut memicu respons dari Shaw satu tahun kemudian yang mengakui bahwa ketegasan mantan pelatihnya tersebut didasari oleh harapan yang tinggi.
"I think he got frustrated with me because he knew I could do better. When I look back, maybe he was right." tutur Luke Shaw.
Pemain bernomor punggung 23 tersebut menambahkan bahwa momen sulit tersebut berhasil membentuk mentalitasnya menjadi lebih dewasa dan kuat.
"It was a tough few years but it made me stronger mentally. I wanted to prove to him I can do what he said I couldn't." tambah Luke Shaw.
Shaw juga mengungkapkan isi pembicaraannya dengan sang manajer sebelum musim bergulir mengenai masa depannya di klub.
"I had a chat with the manager before the season and he said he wanted me to stay." jelas Luke Shaw.
Dengan kontrak yang menyisakan durasi hingga tahun 2027, Shaw menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi tim.
"I've matured. You could say I've gone from a kid to a man. I know what I need to do to push myself. I want to play for Manchester United, stay there and prove my worth to the team." pungkas Luke Shaw.
Manchester United dikabarkan tetap berencana memperkuat sektor kiri mereka pada bursa transfer mendatang dengan membidik beberapa nama seperti Malick Diouf dari West Ham, Iliman Ndiaye, serta Morgan Rogers.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·