Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City pada Akhir Musim Ini

Sedang Trending 33 menit yang lalu

Manajer Pep Guardiola memutuskan untuk menyudahi perjalanannya selama 10 tahun bersama Manchester City dan akan meninggalkan klub pada akhir musim ini. Keputusan hengkang tersebut diambil meskipun masa kontrak kerja Guardiola di Stadion Etihad sebenarnya masih tersisa satu musim lagi hingga musim panas 2027.

Pengumuman ini menandai berakhirnya era dominasi pelatih asal Spanyol tersebut di kompetisi sepak bola Inggris, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Selama menukangi Manchester City, mantan pelatih Barcelona itu sukses mempersembahkan enam gelar juara Premier League, termasuk torehan empat trofi secara beruntun dan satu gelar treble winners.

Kepergian Guardiola ini memicu respons dari mantan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang mengirimkan pesan suara sebagai ucapan perpisahan atas pencapaian sang rival di kompetisi Liga Inggris.

"Sir Alex kirim pesan suara, tapi saya kesulitan dengan aksen Scottish," terangnya sembari tertawa dilansir dari BBC.

Guardiola menghargai perhatian yang diberikan oleh Ferguson, mengingat status pria asal Skotlandia itu sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan koleksi 13 gelar Premier League.

"Saya belum balas, tapi saya akan menelpon dia nanti setelahnya. Dia mengucapkan selamat atas pencapaian saya dan itu sangat berarti besar. Dia adalah manajer terbaik di negara ini dan saya senang dia menyaksikan tim kami," paparnya.

Hubungan persaingan antara dua klub asal Manchester ini sempat diwarnai sebutan "tetangga berisik" yang dilontarkan Ferguson untuk City pada tahun 2009, menyusul pembelian klub oleh keluarga kerajaan Abu Dhabi, Sheikh Mansour bin Zayed pada 2008. Sebutan itu muncul setelah United menang 4-3 lewat gol injury time Michael Owen.

Namun, peta kekuatan sepak bola Inggris kemudian bergeser setelah Manchester City berhasil memenangi trofi Premier League pertama mereka pada 2012 di bawah asuhan Roberto Mancini, yang kemudian dilanjutkan oleh Manuel Pellegrini pada 2014, sebelum akhirnya didominasi penuh oleh era kepemimpinan Guardiola.

"Saya yakin Sir Alex tidak akan menyebut kami tetangga yang berisik lagi. Kami hanya tetangga," tutup Guardiola.