Manajer legendaris Pep Guardiola resmi meninggalkan Manchester City setelah mengukir dominasi besar di Liga Inggris selama satu dekade terakhir. Kendati demikian, Guardiola meyakini bahwa klub berjuluk The Citizens tersebut akan tetap baik-baik saja setelah kepergiannya.
Kebersamaan yang terjalin selama 10 tahun tersebut menghasilkan total 20 trofi yang berhasil dipersembahkan untuk Manchester City, seperti dikutip dari Detik Sport.
Berbagai rekor prestisius berhasil dicatatkan oleh pria asal Spanyol tersebut. Beberapa di antaranya meliputi keberhasilan membawa City meraih empat gelar juara Premier League secara berturut-turut, hingga mencetak sejarah lewat torehan treble winners pada tahun 2023.
Dari tiga gelar dalam treble winners tersebut, salah satunya merupakan titel juara Liga Champions yang menjadi trofi pertama sepanjang sejarah klub.
Pada musim 2025/26 yang menjadi musim pamungkasnya, Pep Guardiola melengkapi warisannya dengan mempersembahkan gelar juara Piala FA dan Carabao Cup. Komposisi skuad yang ditinggalkannya pun dinilai masih sangat tangguh.
Faktor-faktor tersebut membuat Guardiola melangkah pergi tanpa berat hati, karena ia percaya Manchester City akan tetap berada di jalur yang aman.
"I leave a good team, healthy and competitive. They are ready to keep pushing for the best," kata Pep Guardiola dikutip dari BBC.
Menurut penjelasan Pep Guardiola, standar performa di internal klub sudah dipatok pada level yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat para pemain telah memahami konsekuensi untuk saling bersaing ketat demi mengamankan posisi di skuad utama.
"They have to win every single training session. They will keep doing it," ujar Pep Guardiola.
"Every player knows their job, and so does the club and everyone in it," kata Pep Guardiola.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·