Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk menyapu bersih empat medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Perbasi DKI Jakarta, Lexyndo Hakim, di Kantor Dispora DKI Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, target ini mencakup kemenangan di disiplin 5on5 dan 3x3 untuk sektor putra maupun putri. DKI Jakarta saat ini memiliki modal kuat pada nomor 5on5, di mana tim putra telah mengoleksi emas dalam dua edisi terakhir sementara tim putri merupakan juara bertahan dari PON 2024.
Meskipun dominan di nomor konvensional, tantangan besar masih ada di disiplin 3x3 karena DKI Jakarta gagal meraih medali pada edisi sebelumnya. Lexyndo Hakim menekankan pentingnya peningkatan performa untuk melengkapi dominasi Jakarta di panggung nasional.
"Di PON 2028 kami ingin yang putra bisa tiga kali (emas) beruntun untuk 5on5 dan yang putri 5on5 ingin back to back. Kami juga punya tantangan baru 3x3 baik putra maupun putri juga bisa menyumbangkan emas untuk kontingen DKI Jakarta. Semuanya empat-empatnya. Insyaallah sapu bersih," ujar Lexyndo Hakim, Ketua Perbasi DKI Jakarta.
Guna mencapai sasaran tersebut, induk organisasi basket ibu kota ini tengah merancang sejumlah langkah strategis. Salah satu prioritas utama adalah penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) 3x3 untuk menjaring talenta terbaik sekaligus menyelaraskan program dengan DPP Perbasi.
"Arahan dari DPP jelas ya akan ada kejurnas 3x3 sehingga kita pasti akan bikin Kejurda 3x3. Fokus kita saat ini pada Intercity Evergreen setelah itu kita akan selenggarakan Kejurda 3-3. Akan kita lakukan tahun ini," ujar Lexyndo Hakim.
Selain penguatan kompetisi, Perbasi DKI Jakarta juga sedang mengupayakan pengadaan fasilitas latihan mandiri bagi para atlet. Selama ini, tim daerah masih mengandalkan Gelanggang Olahraga (GOR) milik pemerintah yang penggunaannya harus dibagi dengan cabang olahraga lain.
"Teman-teman Perbasi Jakarta berkeinginan untuk memiliki lapangan basket sendiri. Salah satu tantangan di periode kedua ini adalah menghasilkan warisan dimana kita ingin ada lapangan basket sendiri yang bisa bermanfaat buat anak-anak basket se-Jakarta," ujar Lexyndo Hakim.
Saat ini pihak pengurus sedang melakukan proses seleksi terhadap beberapa lokasi yang diusulkan untuk pembangunan lapangan tersebut. Targetnya, fasilitas ini menjadi warisan pembinaan jangka panjang bagi atlet basket di Jakarta.
"Kami masih nyari usulan-usulan lokasi. Sudah masuk beberapa. Tinggal finalisasi. Doakan InsyaAllah segera rampung," ujar Lexyndo Hakim.
Pembangunan lapangan khusus dianggap krusial karena selama ini koordinasi jadwal latihan di GOR serbaguna dinilai kurang maksimal untuk kebutuhan pemusatan latihan daerah yang intensif.
"Di Jakarta memang banyak GOR tapi GOR di Jakarta itu lebih banyak untuk multicabor. Kami tidak bisa mengunci lapangan basket atau GOR itu hanya untuk pelatda basket. Kami harus saling berbagi dengan cabor lain. Oleh karena itu teman-teman ingin memiliki lapangan khusus basket semoga bisa terwujud," ujar Lexyndo Hakim.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·