Pada Minggu (12/4/2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan ke wilayah Lebanon Selatan yang kini di bawah kendali militer Israel. Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya tensi di perbatasan, dengan Netanyahu menekankan upaya Israel dalam mengamankan wilayah.
Kunjungan tersebut dilakukan Netanyahu untuk meninjau langsung situasi di lapangan. Ia hadir bersama sejumlah perwira militer dan pejabat pemerintah. Dilansir dari KompasTV, kunjungan ini menjadi penegasan komitmen Israel dalam menjaga keamanan di kawasan tersebut.
Netanyahu menyatakan Israel berupaya mengendalikan zona penyangga selebar 8 hingga 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi keamanan Israel. Tujuannya adalah untuk mencegah serangan lintas batas dan menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menyoroti perubahan signifikan yang terjadi di Timur Tengah. Ia meyakini langkah-langkah yang diambil Israel akan membawa dampak jangka panjang. Penekanan pada keamanan menjadi prioritas utama pemerintah Israel.
Kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat kepada kelompok-kelompok yang dianggap mengancam keamanan Israel. Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan ragu mengambil tindakan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negaranya. Situasi di perbatasan terus dipantau secara ketat oleh militer Israel.
Kunjungan ke Lebanon Selatan ini sekaligus menunjukkan kesiapan Israel dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Pemerintah Israel terus berupaya mencari solusi damai, namun tetap berkomitmen untuk mempertahankan keamanannya.
“Salah satu hal yang kita lihat di sini adalah bahwa pada dasarnya kami telah mengubah wajah Timur Tengah,” ujar Netanyahu.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·