Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat Menuju Juara Super League

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda bersaing ketat memperebutkan takhta tertinggi BRI Super League 2025/2026 yang ditentukan pada laga pamungkas serentak, Sabtu (23/5/2026) sore.

Persib Bandung menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan hasil babak pertama masih bertahan imbang 0-0. Sementara itu, Borneo FC melakoni misi wajib menang melawan Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, guna menjaga peluang tipis merebut gelar juara.

Sebelum pekan ke-34 dimulai, Persib memimpin klasemen dengan koleksi 78 poin dari 33 pertandingan setelah menang 2-1 atas PSM Makassar. Di sisi lain, Borneo FC berada di posisi kedua dengan raihan 76 poin akibat ditahan imbang tanpa gol oleh Persijap Jepara pada pekan sebelumnya.

Hasil imbang atau kemenangan atas Persijap sudah cukup bagi Persib Bandung untuk mengunci gelar juara musim ini dan mencatatkan hattrick gelar. Jika poin kedua tim berakhir imbang di akhir musim, Maung Bandung tetap menjadi juara karena unggul rekor head-to-head atas Pesut Etam.

Pertandingan antara Borneo FC melawan Malut United di Samarinda juga menjadi ajang adu tajam antara penyerang David Da Silva dan Mariano Peralta. David Da Silva saat ini berstatus sebagai top scorer sementara dengan torehan 23 gol, disusul Alex Martins dengan 19 gol, dan Peralta dengan 18 gol.

Penyerang Malut United David Da Silva memastikan bahwa seluruh aspek teknis telah disiapkan dengan matang di bawah arahan pelatih menjelang laga penutup musim ini.

"Kami akan memberikan penampilan terbaik dan menjalankan game plan yang disiapkan pelatih," ungkap David Da Silva pada konferensi pers di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (22/5/2026).

David Da Silva juga berharap rekan-rekan setimnya dapat tampil tanpa beban di atas lapangan.

"Saya harap semua pemain bisa menikmati pertandingan besok," lanjut eks pemain Persib Bandung itu.

Meskipun mengejar gelar pencetak gol terbanyak, David Da Silva menegaskan bahwa kemenangan tim tetap menjadi prioritas utama bagi Laskar Kie Raha.

"Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik di lapangan dan membantu tim meraih hasil maksimal," tegas David Da Silva.

Sebagai striker, David Da Silva berkomitmen menjalankan tugas utamanya untuk mencetak gol demi membantu klub.

"Malut United memilih saya sebagai penyerang dan tugas seorang penyerang adalah mencetak gol," kata David Da Silva.

Dirinya juga memilih fokus sepenuhnya kepada timnya sendiri tanpa memikirkan hasil pertandingan dari klub pesaing.

"Fokus saya saat ini hanya untuk Malut United. Saya tidak memikirkan hasil pertandingan tim lain. Saya percaya dengan pemain yang ada saat ini, semoga kami bisa meraih kemenangan," pungkas David Da Silva.

Pelatih kepala Malut United Hendri Susilo mengungkapkan bahwa timnya mengalami badai absen pemain dan hanya membawa 16 personel ke Samarinda akibat cedera serta akumulasi kartu.

"Kami membawa 16 pemain ke Samarinda karena ada beberapa yang cedera dan mendapatkan akumulasi kartu," ujar Hendri Susilo.

Kendati demikian, Hendri Susilo menegaskan kesiapan seluruh pemain yang dibawa untuk mencuri poin dari markas Borneo FC.

"Walau begitu, persiapan tim tetap berjalan baik dan semua pemain yang dibawa dalam keadaan siap untuk bermain," kata Hendri Susilo.

Motivasi tinggi skuad Malut United dipastikan tetap terjaga demi memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Maluku Utara.

"Situasi pemain kondusif dan semua yang ada di sini dalam keadaan sehat. Kami datang dengan target untuk mencuri poin di kandang Borneo FC," katanya.

Selain persaingan juara di papan atas, laga pekan terakhir Super League hari ini juga menyajikan partai hidup mati di papan bawah antara Madura United melawan PSM Makassar dan Persita Tangerang menghadapi Persis Solo.

Madura United atau Persis Solo akan menyusul Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah dipastikan terdegradasi ke level Championship musim depan.

Karteker Pelatih Madura United Rakhmad Basuki menyatakan timnya mengusung target tunggal untuk mengamankan poin penuh demi bertahan di kasta tertinggi.

"Target kami tidak ada yang lain, kecuali menang. Mentalitas dan motivasi pemain hanya untuk menang," katanya.

Kapten Madura United Lulinha turut mengharapkan kehadiran penuh dari para suporter di stadion untuk memberikan dukungan moral yang krusial.

"Persiapan kami sudah bagus. Sangat penting jika suporter datang beramai-ramai mendukung kami," tutur Lulinha.

Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para pendukung Persib, salah satunya Iqbal Septiadi (29), seorang Bobotoh asal Tasikmalaya yang nekat berjalan kaki ke Stadion GBLA demi membayar nazar juara.

Iqbal memilih berangkat lebih awal sejak Jumat (22/5/2026) dini hari meskipun belum mengantongi tiket resmi untuk menonton laga di dalam stadion.

"Iya, memang tahu belum resmi juara, tapi kemungkinannya sudah 90 persen. Daripada nanti saya berangkat pas sudah juara, pasti jalanan macet banyak yang konvoi," ujar Iqbal Septiadi saat ditemui di kawasan Nagreg.

Perjalanan jauh melintasi jalur selatan Jawa tersebut ditempuh Iqbal dengan waktu istirahat yang sangat minim.

"Berangkat setelah subuh, ini baru sampai (Nagreg). Saya cuma istirahat dua kali, itu pun hanya untuk makan," kata Iqbal Septiadi.

Meskipun terancam hanya bisa mendukung dari luar area stadion, optimisme Iqbal tidak berkurang terhadap performa skuad asuhan Bojan Hodak.

"Saya belum punya tiket. Jalan kaki ke GBLA cuma mau bayar nazar saja. Mungkin nanti pulangnya baru naik bus," kata Iqbal Septiadi.

Dirinya sangat meyakini bahwa atmosfer Stadion GBLA yang dipadati puluhan ribu pendukung akan membantu Persib mengamankan trofi.

"Insyaallah, yakin dapat 3 poin dan yakin juara. Apalagi main di GBLA dengan dukungan puluhan ribu Bobotoh," kata Iqbal Septiadi.

Persib Bandung juga didukung sejarah panjang kedekatan kultural di Jawa Barat yang diwariskan antar-generasi suporter, seperti diungkapkan oleh bobotoh senior Jakob Kusnadi (69).

Jakob menuturkan bahwa mendukung Persib sudah menjadi budaya melekat dalam keluarganya sejak era perserikatan hingga masa modern saat ini.

"Saya muter satu hari penuh, motor sampai hampir mogok. Tapi tetap, namanya cinta Persib. Senangnya susah dibayangkan," ujar Jakob Kusnadi mengenang momen juara Liga Indonesia 1994.

Kecintaan tersebut kini diturunkan secara turun-temurun kepada anak hingga ke cucu-cucunya saat menyaksikan langsung pertandingan di stadion.

"Minggu kemarin saya bawa tiga cucu ke stadion. Jadi memang ini budaya bagi saya dan keluarga," katanya.

Bagi masyarakat Jawa Barat, eksistensi klub berjuluk Pangeran Biru ini telah berkembang melampaui sekadar klub olahraga menjadi sebuah identitas sosial yang mendalam.

"Saya meyakini, bobotoh bukan sekadar suporter. Mereka adalah penafsir hidup lewat sepak bola," kata Jakob Kusnadi.

Seluruh pertandingan penentu pekan ke-34 Super League ini dilangsungkan secara serentak demi menjaga sportivitas dan disiarkan melalui stasiun televisi Indosiar serta layanan streaming Vidio.