Persis Solo Perjuangkan Nasib di Zona Degradasi BRI Super League

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Persis Solo berupaya mengamankan posisi di kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional melalui tiga pertandingan krusial pada pekan ke-32 hingga ke-34 BRI Super League 2025/2026. Laskar Sambernyawa saat ini tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan raihan 27 poin dari 31 pertandingan.

Klub asal Jawa Tengah ini terpaut empat poin dari Persijap Jepara yang menghuni peringkat ke-15 atau batas aman zona degradasi. Sebagaimana dilansir Bola.com, Persis diuntungkan dengan jadwal dua laga kandang terakhir di Stadion Manahan melawan Persebaya Surabaya dan Dewa United sebelum bertandang ke markas Persita Tangerang.

Dukungan moral datang dari tokoh masyarakat Astrid Widayani yang memantau langsung sesi latihan tim di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa, 5 Mei 2026. Mantan Rektor Universitas Surakarta tersebut menegaskan komitmennya untuk mendampingi perjuangan tim kebanggaan warga Solo di masa kritis ini.

"Persis adalah kebanggaan kita semua, yang penting teman-teman pemain fokus dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Saya akan datang langsung ke stadion untuk mendukung Persis di tiga pertandingan terakhir. Ini momen penting, dan kami ingin menunjukkan bahwa tim ini tidak berjuang sendiri," kata Astrid Widayani, Tokoh Masyarakat.

Posisi Persis kian terdesak setelah menelan kekalahan 2-5 dari Malut United pada laga sebelumnya. Pelatih Milomir Seslija kini fokus membenahi mental pemain untuk menghadapi Persebaya Surabaya yang datang dengan modal tiga kemenangan beruntun di peringkat lima besar.

Secara matematis, peluang Persis bertahan sangat bergantung pada hasil pekan ke-32. Jika Persis gagal meraih poin saat menjamu Persebaya sementara Persijap menang atas Persita, maka selisih poin akan melebar menjadi tujuh angka yang tidak mungkin dikejar dalam dua laga sisa.

Namun, Persis memiliki catatan positif dengan rekor tidak terkalahkan dalam enam pertandingan kandang terakhir. Selain itu, tim dipastikan kembali mendapat suntikan energi dari suporter setelah berakhirnya masa sanksi tanpa penonton dari Komdis PSSI.

Di sisi lain, Persijap Jepara menghadapi jadwal berat melawan tim papan atas seperti Borneo FC dan Persija Jakarta di penghujung musim. Kondisi ini membuka peluang bagi Muhammad Riyandi dan kolega untuk menyalip perolehan poin pesaingnya tersebut jika mampu menyapu bersih laga sisa dengan kemenangan.