PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bernama BERBISIK di Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang dilaporkan pada Selasa, 14 April 2026.
Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan inklusi sosial bagi kelompok marginal, terutama penyandang disabilitas, guna mengatasi hambatan akses ekonomi dan sosial di sekitar area operasional Kilang Balongan.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, program ini merupakan transformasi dari Collaboration Hub menjadi Inclusive Pathway yang melibatkan kerja sama lintas sektor demi keberlanjutan yang terukur bagi warga Desa Balongan, Kelurahan Lemahmekar, dan Kelurahan Karangmalang.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan proses partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
"Meski namanya seakan terdengar pelan dan sunyi, BERBISIK justru membawa pesan yang lantang mengenai kesetaraan, kemandirian ekonomi dan inovasi lingkungan," kata Roberth M.V. Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.
Data perusahaan menunjukkan program ini telah memberikan dampak langsung kepada 155 penyandang difabel, 32 perempuan dan lansia, serta 55 warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu yang kini memiliki kesempatan produktif.
Dalam sektor ekonomi, Kedai Kopi Teman Istimewa yang dikelola penuh oleh penyandang tunarungu berhasil mencatatkan omzet lebih dari Rp220 juta per tahun sebagai ruang inklusi pertama di Indramayu.
Selain itu, penjualan produk hasil olahan sampah plastik melalui unit kreatif meraih pendapatan tahunan sebesar Rp270 juta, sementara warga binaan di lapas menghasilkan pendapatan hingga Rp74 juta per tahun.
Pada aspek lingkungan, program BERBISIK berhasil mengolah 1,8 ton sampah organik per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 223.228,8 kg CO2 ekuivalen melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi.
Keberhasilan inovasi sosial ini membawa Kilang Balongan meraih penghargaan Proper Emas tahun 2025, yang merupakan penghargaan kedelapan kalinya bagi fasilitas tersebut dalam bidang pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·