Petugas Kampanye Sverigedemokraterna Diserang Saat Sosialisasi di Malmö

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sejumlah relawan partai Sverigedemokraterna (SD) menjadi korban serangan fisik dan pencurian saat melangsungkan kampanye di lima lokasi berbeda di Malmö, Swedia, pada Sabtu, 25 April 2026. Insiden yang terjadi di alun-alun stasiun Triangeln tersebut memicu diskusi internal partai mengenai penggunaan kamera badan dan semprotan pertahanan bagi para anggota.

Ketua partai SD di Malmö, Anders Olin, mengonfirmasi bahwa para petugas lapangan tersebut didorong, diludahi, dan harta benda mereka dirampas oleh orang tidak dikenal. Pihak kepolisian dan departemen keamanan kota Malmö telah menerima laporan resmi terkait gangguan keamanan yang menimpa kelompok valarbetare atau petugas pemilu tersebut.

"Saya kira itu melangkah terlalu jauh," kata Anders Olin, ketua partai di Malmö, menanggapi usulan penggunaan alat pertahanan diri bagi anggota partai sebagaimana dilansir dari kvartal.se.

Olin merefleksikan kembali masa lalu ketika partai tersebut tidak dapat mengadakan rapat umum di Malmö tanpa perlindungan besar dari pihak kepolisian. Namun, ketenangan kampanye kali ini terganggu oleh aksi agresif individu tertentu yang menggunakan skuter listrik untuk menyerang relawan.

"En av våra medlemmar attackerades av en person på elsparkcykel och fick sitt kampanjmaterial stulet, en annan blev knuffad och vår kvinnliga kampanjarbetare blev spottad på," ujar Anders Olin dalam laporan mynewsdesk.com.

Olin menegaskan bahwa tindakan kekerasan ini bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan ancaman terhadap fondasi demokrasi di masyarakat terbuka. Menurutnya, partai politik seharusnya dapat bertemu pemilih tanpa dibayangi ketakutan akan intimidasi atau kekerasan fisik.

"Det som inträffat är inte bara ett angrepp på enskilda kampanjarbetare – det är ett angrepp på själva grunden för vår demokrati. I ett öppet samhälle ska politiska partier kunna möta väljare på gator och torg utan rädsla för hot, våld eller trakasserier. När människor blir spottade på, knuffade och bestulna för att de uttrycker sina politiska åsikter, då har vi passerat en farlig gräns. Det handlar inte längre om politiska motsättningar – det har handlar om att skrämma meningsmotståndare till tystnad," kata Anders Olin.

Situasi ini dinilai dapat menciptakan spiral kebungkaman yang membuat masyarakat enggan terlibat dalam kegiatan politik sukarela. Olin mengajak seluruh pihak yang menghargai demokrasi untuk secara kolektif menjauhkan diri dari praktik kekerasan politik.

"Detta skapar en tystnadens spiral. Människor som vill engagera sig politiskt tvekar och ideella krafter drar sig undan," kata Anders Olin.

Upaya untuk mempertahankan hak menyatakan pendapat tanpa rasa takut dianggap sebagai harga mati yang harus diperjuangkan. Olin memberikan penegasan bahwa menerima kekerasan dalam ruang politik sama saja dengan membiarkan demokrasi runtuh secara perlahan.

"Det krävs att alla som värnar demokratin tydligt och gemensamt tar avstånd från det politiska våldet. Våld, hot och trakasserier har ingen plats i politiken – oavsett vem som drabbas eller vem som står bakom. Rätten att uttrycka sina åsikter, att övertyga och bli ifrågasatt med ord – inte med knytnävar – måste försvaras konsekvent. För om vi accepterar att politiskt arbete sker under rädsla, då accepterar vi också att demokratin sakta monteras ned. Och det är ett pris vi aldrig har råd att betala," kata Anders Olin.