Insiden maut melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) mengakibatkan tiga orang penumpang meninggal dunia. Kecelakaan tragis ini terjadi saat kereta api jarak jauh menghantam bagian gerbong khusus wanita.
Data korban jiwa tersebut dikonfirmasi setelah proses pendataan di lokasi kejadian pasca-tabrakan. Kerusakan berat pada material gerbong menjadi kendala utama dalam proses evakuasi para korban yang terjebak di antara reruntuhan logam.
Kepala Basarnas M Syafii memberikan keterangan mengenai kondisi para penumpang yang masih berada di dalam area jepitan material kereta. Pihaknya memastikan tim penyelamat terus berupaya melakukan evakuasi dengan hati-hati.
"Masih bisa (bicara)" ujar Syafii, di lokasi, Selasa (28/4/2026).
Penjelasan tersebut merujuk pada komunikasi aktif yang masih dijalin petugas dengan sejumlah korban wanita yang terjepit. Meskipun para korban mengalami luka berat pada bagian kaki, tim medis tetap disiagakan untuk mendampingi proses pemotongan material gerbong.
Kondisi fisik para penyintas menjadi perhatian serius tim penyelamat karena tekanan kuat dari material baja gerbong. Saat ini, Basarnas memprioritaskan pembebasan korban yang terjepit tanpa memperparah cedera yang sudah dialami.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·