PLN Catat Stok Batu Bara Nasional Terjaga pada April 2026

Sedang Trending 4 hari yang lalu

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengumumkan bahwa stok batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) nasional mencapai 15,9 Hari Operasi Pembangkit (HOP) pada April 2026. Informasi ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi XII DPR pada Senin, 13 April 2026.

Kondisi ini, yang dilaporkan pada pukul 17:20, disebut mencerminkan pasokan batu bara yang aman. Stok tersebut bervariasi di berbagai wilayah. Untuk wilayah Sumatera tercatat 16,23 HOP, Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) 10,31 HOP, Kalimantan 22,47 HOP, Sulawesi 13,12 HOP, dan Jayapura mencapai 47,95 HOP, serta Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 14,59 HOP.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa pasokan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) per April 2026 berada pada level rata-rata 12 hari. Pengiriman LNG untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) disebut telah terjadwal dan tidak mengalami kendala.

Darmawan mengungkapkan bahwa daya mampu neto sistem kelistrikan nasional hingga Maret 2026 mencapai 71,15 gigawatt (GW). Sistem kelistrikan nasional dinilai dalam kondisi normal, dengan reserve margin (RM) sebesar 39%. Hal ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat, dilansir dari Bloomberg Technoz.

Direktur Manajemen Pembangkit PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo juga mengonfirmasi bahwa pasokan batu bara untuk PLTU milik perseroan dan independent power producer (IPP) memadai hingga Agustus 2026, setelah PLN mengamankan kontrak pasokan batu bara sebesar 84 juta ton. Rizal mengatakan PLN telah mendapatkan kepastian stok dari delapan pemasok.");

"HOP atau hari operasi untuk cadangan gas ini rata-rata sekitar 12 hari, artinya secara umum pengiriman LNG sudah terjadwal dan secara umum tidak ada kendala," ujar Darmawan Prasodjo.

Selain itu, PLN juga sedang mengamankan sekitar 40 juta ton batu bara yang akan digunakan setelah Agustus 2026. Total kebutuhan batu bara untuk sektor kelistrikan sepanjang tahun ini mencapai 124 juta ton. Rizal menduga bahwa penambang batu bara sempat menunggu kepastian kebijakan pemerintah sebelum memasok hasil galiannya ke PLN.