Jakarta (ANTARA) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melaksanakan program Clean Energy Day dan optimasi pemanfaatan energi secara efisien sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN EPI Dedeng Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan program itu merupakan implementasi arahan strategis pemerintah melalui BP BUMN dan PT PLN (Persero) dalam merespons dinamika global, termasuk tekanan terhadap rantai pasok energi.
"Kegiatan ini dilaksanakan tiap Jumat dan diikuti oleh seluruh pegawai serta tenaga alih daya di lingkungan PLN EPI," ujar dia.
Menurut dia, PLN EPI sebagai subholding PLN berperan aktif memastikan efisiensi energi sekaligus menjaga keberlanjutan operasional perusahaan.
Dedeng menegaskan transformasi menuju energi bersih tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga perubahan perilaku.
"Komitmen menuju net zero emission pada 2060 tidak hanya lahir dari proyek besar, tetapi juga dari kebiasaan sederhana yang kita lakukan setiap hari. Program Clean Energy Day menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi emisi dan menjaga keberlanjutan energi," ujar dia.
Ia menambahkan program itu merupakan bagian dari transformasi budaya kerja yang mendorong pola kerja yang lebih efisien, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan energi.
Melalui program Clean Energy Day, pegawai dan tenaga alih daya diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan berbasis BBM setiap Jumat, serta mengoptimalkan penggunaan transportasi umum, kendaraan listrik, bersepeda, atau berjalan kaki.
Selain itu, pegawai juga diminta mencatat histori perjalanan guna mengukur penurunan emisi karbon dan efisiensi penggunaan bahan bakar.
Berdasarkan data internal, implementasi program ini berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 45,7 ton CO2e per tahun, yang setara dengan penggunaan 18.800 liter Pertamax atau CO2 yang diserap 500 mangrove selama 20 tahun.
"Program ini bukan sekadar inisiatif, tetapi langkah nyata untuk membangun pola pikir baru bahwa energi adalah sumber daya yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," kata Dedeng.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·