Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras Terhadap Tiga Pelajar di Bogor

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden penyiraman air keras yang menimpa tiga orang pelajar di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/4/2026) malam tersebut melibatkan pelaku yang hingga kini identitasnya belum diketahui.

Jumlah korban dalam serangan ini dipastikan sebanyak tiga orang, meningkat dari laporan awal yang menyebutkan dua orang. Berdasarkan data yang dihimpun dan dilansir dari Detikcom, para korban merupakan siswa yang menempuh pendidikan di sekolah yang sama.

Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri memberikan keterangan detail mengenai kondisi terkini para korban yang terdampak serangan zat kimia tersebut.

"Jadi ini korbannya ada tiga, yang dua masih di rumah sakit menjalani operasi, yang dua (korban) masih dirawat. Kalau yang satu luka bakar juga sekitaran muka, cuma dia tidak dirawat di rumah sakit, masih bisa beraktivitas," kata Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri.

Dua korban yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dijadwalkan menempuh sejumlah prosedur medis untuk memulihkan luka bakar pada tubuh mereka. Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dari tim dokter yang menangani.

"Kalau dari dokter sendiri sih belum menyatakan berapa persennya (luka bakar) ya. Karena kami sendiri meminta hasil visum sampai saat ini belum bisa dikeluarkan, karena memang masih dalam proses tahapan penyembuhan. Masih beberapa kali operasi lagi katanya, infonya," ucap Silfi.

Mengenai urutan kejadian, serangan tersebut bermula ketika para korban sedang dalam perjalanan pulang. Keterangan ini didapat penyidik melalui laporan yang disampaikan oleh pihak keluarga salah satu korban kepada kepolisian.

"Nah tapi kalau dari keterangan pelapor selaku kakak kandung salah satu korban kemarin yang melaporkan, kalau dari versi kakaknya adalah dua anak ini pulang sekolah terus nongkrong dulu," kata Kasatres PPA & PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri.

Insiden penyiraman terjadi setelah para pelajar tersebut selesai berkumpul dan hendak menuju kediaman masing-masing. Kepolisian belum dapat memintai keterangan langsung dari para korban karena prioritas saat ini adalah penanganan medis.

"Korban belum bisa diperiksa masih dalam proses pemulihan di rumah sakit, kita fokusnya pemulihan korban dulu," bebernya.