PLN Pulihkan Gangguan Listrik pada 13 Gardu Induk di Jakarta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT PLN (Persero) mengonfirmasi pemulihan total sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Jakarta setelah mengalami gangguan pada Kamis (23/4/2026). Gangguan tersebut bersumber dari kendala operasional pada 13 gardu induk yang mengakibatkan terhentinya pasokan listrik ke pelanggan di ibu kota sejak pagi hari.

Sebanyak 13 gardu induk dilaporkan terdampak dari total 76 gardu induk yang menopang stabilitas listrik di wilayah Jakarta. Hal tersebut sebagaimana dilansir dari Detikcom mengenai penyebab utama pemadaman yang sempat terjadi di beberapa titik wilayah.

"13 gardu induk sempat terdampak gangguan pasokan listrik," kata Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Manajemen PLN memastikan bahwa seluruh sistem telah kembali normal setelah proses penanganan teknis dilakukan secara bertahap oleh tim di lapangan. Pasokan listrik dilaporkan telah kembali stabil sepenuhnya bagi seluruh pelanggan terdampak pada sore hari.

"PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan yang sempat mengalami gangguan di sebagian wilayah Jakarta pada pukul 10.25 WIB," ujar Haris.

Proses normalisasi beban listrik tersebut berlangsung selama beberapa jam dengan prioritas pemulihan bertahap pada area terdampak. Berdasarkan data teknis, sebagian besar wilayah mulai mendapatkan aliran listrik kembali sebelum tengah hari.

"Sebagian besar pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik pada pukul 12.23 WIB, sedangkan sekitar 5 persen lainnya berhasil dipulihkan pada pukul 15.05 WIB," katanya.

Pihak PLN menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan terhadap infrastruktur kelistrikan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada masyarakat yang aktivitasnya terganggu selama periode pemadaman.

"PLN terus berupaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," pungkas Haris.