PLN Ungkap Kronologi Mati Listrik Massal di Wilayah Sumatra

Sedang Trending 57 menit yang lalu

PT PLN (Persero) membeberkan kronologi gangguan jaringan listrik atau blackout yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatra pada Jumat hingga Ahad, 22-24 Mei 2026. Pemadaman massal ini dipicu oleh terputusnya kabel transmisi pada Menara Sutet di Desa Tempino, Muara Jambi, Provinsi Jambi akibat faktor cuaca ekstrem.

Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, kerusakan infrastruktur tersebut berdampak langsung pada sistem kelistrikan antarpovinsi di Sumatra. Pihak manajemen menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di sekitar lokasi kejadian sebelumnya telah masuk dalam status siaga oleh lembaga meteorologi.

"Dalam beberapa waktu terakhir ini, wilayah di Sumatera Selatan, Jambi, dan tentunya tadi di daerah Tampino, di daerah Muara Jambi masuk juga dalam daftar waspada BMKG karena terjadinya kelembapan udara yang tinggi yang kemudian sering terjadi hujan lebat, petir dan angin kencang di daerah tersebut," kata Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha dikutip, Senin (25/06/2026).

Secara teknis, pasokan listrik di Pulau Sumatra mengandalkan dua jalur utama dari Selatan ke Utara. Jalur Timur memiliki kapasitas daya sebesar 500 kV, sementara Jalur Barat beroperasi dengan kapasitas sebesar 275 kV.

Gangguan mulai terdeteksi oleh sistem pemantauan PLN pada jalur Barat menuju wilayah Sumsel V sekitar pukul 18.44 WIB. Lantaran jalur tersebut menyuplai arus untuk Jalur Timur, gangguan ini memicu mati total pada seluruh aliran listrik di Jalur Timur.

"Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," kata Edwin.

Putusnya aliran listrik kemudian memicu terjadinya fenomena Power Swing atau osilasi tegangan tinggi akibat arus yang berbalik arah menuju Selatan dan berpindah ke Jalur Barat. Untuk mencegah kerusakan yang lebih masif, sistem perlindungan pada Jalur Barat otomatis melakukan isolasi mandiri yang berujung pada padamnya seluruh arus di kedua jalur utama.

Meskipun demikian, sistem pertahanan internal pada sejumlah pembangkit di wilayah Selatan berhasil diaktifkan setelah pasokan ke arah Utara terputus. Mekanisme penyelamatan ini membuat seluruh wilayah Lampung dan sebagian Palembang terhindar dari pemadaman total.

"Akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut dan Aceh mengalami pemadaman," ujar Edwin.