PNM: Kisah Dewi Priyanti, dari Penjaga Warung hingga Jadi Agen Perubahan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, 13 April 2026 – Semangat Kartini terus hidup dalam diri perempuan Indonesia yang tak kenal lelah berjuang di tengah keterbatasan. Kisah Ibu Dewi Priyanti, seorang perempuan asal Solo yang merantau ke Jakarta, menjadi bukti nyata dari semangat tersebut. Berawal dari penjaga warung, Dewi kini berhasil menjadi agen perubahan berkat dukungan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Perjalanan Dewi dimulai dari nol. Ia membangun usaha dari warung sederhana, berbekal keyakinan dan doa. Tekadnya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga menjadi bahan bakar utama. Pertemuannya dengan petugas PNM membuka jalan transformasi. Melalui program PNM Mekaar, Dewi mendapatkan modal awal Rp2 juta yang kemudian berkembang menjadi Rp10 juta.

Selain kesuksesan usaha, Dewi juga menunjukkan peran penting perempuan dalam perubahan sosial. Ia kini menjabat sebagai Ketua Bank Sampah Unit (BSU) Kembang. Kepercayaan masyarakat ini mengukuhkan posisinya sebagai pelaku usaha sekaligus pemimpin komunitas.

Kisah Dewi mencerminkan misi PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera. Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengapresiasi perjalanan para nasabah seperti Ibu Dewi. Menurutnya, semangat Kartini hari ini terasa ketika perempuan berani melangkah, belajar, dan saling menguatkan.

PNM meyakini bahwa investasi pada pemberdayaan perempuan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Program-program pemberdayaan PNM memberikan akses pembiayaan, pendampingan intensif, dan pelatihan keterampilan. Melalui dukungan tersebut, semakin banyak perempuan yang dapat meraih kemandirian ekonomi sekaligus menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Kisah Ibu Dewi Priyanti merupakan pengingat bahwa semangat Kartini terus menyala dalam diri setiap perempuan Indonesia yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan mimpi tersebut.