Aparat kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap komplotan pencuri kendaraan bermotor yang menggunakan senjata api di sebuah indekos kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Insiden yang terekam kamera pengawas tersebut terjadi pada Sabtu (9/5) siang dan sempat melibatkan aksi kejar-kejaran dengan petugas keamanan setempat.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa identitas para pelaku masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut sebagaimana dilansir dari Detikcom. Laporan resmi dari pihak korban telah diterima untuk memproses kasus ini secara hukum.
"Kami masih memburu komplotan pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah kami," kata Kapolsek Duren Sawit Kompol Sutikno.
Penanganan kasus saat ini difokuskan pada pengumpulan bukti dan keterangan guna mengidentifikasi para pelaku. Sutikno menegaskan bahwa seluruh personel sedang bekerja maksimal di lapangan.
"Korban sudah buat laporan polisi dan sudah ditindak lanjut, masih dilakukan langkah penyelidikan maksimal," ujar Sutikno.
Berdasarkan rekaman CCTV, komplotan tersebut diduga berjumlah tiga orang yang datang menggunakan satu sepeda motor. Peristiwa bermula saat satu pelaku menyelinap ke area parkir, sementara dua lainnya berbagi peran untuk mengawasi pos keamanan dan situasi jalan di sekitar indekos.
Petugas keamanan indekos, Kevin Gabriel Sihombing, mengungkapkan bahwa dirinya menyadari kehadiran para pelaku saat memantau layar CCTV. Ia langsung bereaksi ketika melihat pergerakan mencurigakan dari dua orang yang memasuki area tersebut.
"Awalnya, saya lihat dari CCTV tuh ada dua orang masuk. Nah, satu tuh nunduk dari bawah pos, terus masuk ke parkiran. Saya langsung bangun ngelihat ke arah jendela, nanya yang nunggu di tiang listrik tuh, 'Ngapain Bang? Mau ngapain Bang? Mau ngapain lu?'," kata Kevin.
Aksi pencurian berlangsung sangat cepat di area parkir meskipun petugas telah berusaha menghalangi jalan keluar dengan menutup portal. Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata api untuk mengancam petugas demi meloloskan diri.
"Tiba-tiba, temennya ini dari parkiran tuh langsung ngambil motor, langsung ngebut. Temen yang satu lagi, yang megang beceng langsung nodong saya sambil bilang, 'Diem kamu, diem kamu!'," ujar Kevin.
Melihat adanya ancaman senjata api, Kevin sempat menarik rekannya untuk berlindung guna menghindari kemungkinan tembakan. Setelah para pelaku tancap gas, Kevin sempat melakukan upaya pengejaran bersama warga lainnya.
"Sempat saya tarik temen saya, karena takut juga, ya, kena tembak. Nah, setelah saya tarik, saya buka lagi pintu, baru kita kejar. Pas kita kejar, baru dia buang tembakan ke atas sekali. Itu kayaknya juga dikejar sama ojek online," ucap Kevin.
Indikasi bahwa komplotan ini telah mengenal lokasi kejadian muncul karena ciri-ciri pelaku mirip dengan orang yang pernah terlihat pada awal Maret lalu. Kevin mengaku pernah memergoki kehadiran mereka sebelumnya di area yang sama.
"Kalau saya lihat, sih, kayaknya udah pernah ke sini. Waktu itu, tanggal 1 Maret kayaknya, saya pernah ngelihat mereka masuk, tapi saya keluarin tangan saya, mereka tuh langsung kabur lagi," jelas Kevin.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·