Aksi baku tembak terjadi saat Brigadir Arya Supena (34) berupaya menggagalkan upaya pencurian sepeda motor di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung pada Sabtu (9/5/2026) pagi. Anggota kepolisian tersebut dinyatakan gugur setelah terkena tembakan dari dua pelaku kejahatan di lokasi kejadian.
Insiden berdarah ini berlangsung di area sebuah toko roti ketika korban sedang menjalankan tugasnya. Dilansir dari Detikcom, Brigadir Arya Supena kehilangan nyawanya di tangan komplotan pencuri yang kini tengah menjadi buruan intensif aparat kepolisian setempat.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memberikan penghormatan atas dedikasi almarhum yang berasal dari daerah yang sama dengannya, yaitu Metro, Lampung. Penegasan mengenai dedikasi korban disampaikan melalui keterangan resmi sebagai bentuk apresiasi terhadap integritas prajurit tersebut.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Brigpol Arya Supena saat menjalankan tugas menumpas pelaku kejahatan begal di Bandar Lampung hari ini," kata Habiburokhman.
Politisi tersebut mendoakan agar pengorbanan almarhum mendapatkan ganjaran yang mulia. Ia juga menilai sosok Brigadir Arya merupakan cerminan pengabdian total seorang aparat dalam menjaga keamanan publik.
"Insya Allah beliau syahid dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," tambahnya.
Habiburokhman memandang keberanian almarhum dalam menghadapi ancaman bersenjata sebagai sebuah keteladanan nyata bagi instansi kepolisian. Korban dianggap telah menunaikan sumpah jabatannya dengan penuh tanggung jawab.
"Almarhum merupakan tauladan karena menjalankan tugasnya melindungi dan mengayomi masyarakat sampai titik darah penghabisan," ucapnya.
Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf memberikan respons tegas terhadap tindakan brutal para pelaku yang menggunakan senjata api untuk melawan petugas. Saat ini, tim gabungan telah dikerahkan ke lapangan guna melakukan pengejaran terhadap kedua tersangka yang melarikan diri.
"Saya tegaskan, kita akan melakukan tindakan tegas. Karena para pelaku ini sudah berani menggunakan senjata api, maka tidak ada toleransi bagi mereka," kata Helfi.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara. Jenazah Brigadir Arya Supena sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·